28 April 2017

High School DxD v2 Checkmate.

Sengaja kasih ini, banyak yg copas--
http://setiakun.blogspot.com
Jangan yg lain tetap di sb translation

Checkmate.


Pertempuran sudah sampai klimaksnya.

Aku mengerti. Aku, Rias Gremory, tak bisa bergerak lagi. Dengan kata lain, checkmate(skakmat).

Sekarang, tak ada seorang pun di pihakku yang memiliki kekuatan yang tersisa.

Tapi anak lelaki itu terus berdiri.

——Ise.

Dia adalah satu-satunya yang terus bergerak maju menuju Raiser bahkan di bawah situasi ini.

Tapi, itu berakhir. Pukulan dari Raiser sebelumnya telah mengakhiri Ise.

Melihat anak itu jatuh ke belakang, tubuhku bergegas ke arahnya tanpa sadar.

Tubuh Ise yang kupegang berdarah dan ditutupi dengan keringat, jadi dia dalam kondisi yang mengerikan. Meski begitu, aku masih menyayangi anak ini.

“......Ise, kamu melakukannya dengan sangat baik. Sudah tak apa-apa. Kerja bagus.“

Aku berbisik kepadanya dengan lembut, tapi ia mencoba untuk bangun dengan semakin menjauh dariku.

“Sudah tak apa-apa! Ise!“

Dia mendorong tanganku, dan mencoba untuk bangun.

Dia mengambil langkah, dan langkah lain tanpa berkata apa-apa.

Itu pandangan aneh yang memiliki begitu banyak kekuatan di dalamnya.

Semuanya mengawasi mereka sambil menahan napas.

Lawannya, Raiser, juga mendekatinya tanpa ekspresi.

Tidak!

Kalau aku membiarkan ini terus, aku akan kehilangan Ise!

Budak menggemaskanku. Ise-ku. Aku masih berencana untuk memanjakannya, jadi aku tak ingin kehilangan dia di tempat seperti ini!

Aku pergi di antara Ise dan Raiser, dan berdiri depan Ise.

“Ise! Berhenti! Tidak bisakah kamu mendengarkan——“

Aku mengatakan itu sampai di sana, dan menelan ucapanku.

Tentu saja.

Ini......Dia sudah......Ise......Kamu......

Ise sudah kehilangan kesadaran.

Kedua matanya yang hampa dan mulutnya masih terbuka. Meski begitu, ia terus bergerak maju sambil membenturkan tinjunya yang gemetar......

“.......Kamu masih berencana untuk bertarung meskipun kamu sudah begini......“

Aku menjatuhkan air mata di pipiku tanpa menyadarinya. Aku mencapai tanganku ke arah pipi anak menggemaskan ini.

Pipinya bengkak, dan aku tak bisa merasakan apa-apa dari pipinya yang biasanya memberikan kekuatan padaku.

“......Dasar bodoh.“

Aku memeluk Ise yang mencoba untuk bergerak maju.

“Kerja bagus, Ise.“

Saat aku mengucapkan itu, kekuatan menghilang dari tubuhnya, dan dia jatuh ke tanah.

Aku memeluk tubuhnya dan membaringkannya di pangkuanku. Kamu bilang bahwa kamu ingin bantal pangkuan......

——Buchou! Aku pasti akan membuatmu menang!

Ise hampir belum belajar bagaimana menggunakan kekuatan Iblisnya, tapi ia terus bergerak maju dengan sekuat tenaga dalam medan perang. Dia hampir tidak memiliki pengalaman pertempuran sama sekali.

Dia seharusnya takut. Seharusnya ada saat-saat di mana dia hampir kehilangan nyawanya......

——Aku tidak akan menyerah. Aku bodoh, jadi aku tak tahu apa-apa tentang “ramalan“ atau “checkmate“. Tapi, aku masih bisa bertarung. Aku akan terus bertarung sampai akhir selama aku bisa membenturkan tinjuku!

Dia terus berjuang demi diriku meskipun tinjunya bengkak......

Dia selalu begitu. Dia selalu tersenyum. Dia selalu melakukan yang terbaik dan dia terus berjuang untukku.

Aku hampir akan kehilangan Ise selamanya.

“Terima kasih, Akeno, Yuuto, Koneko, Asia dan......Ise. Terima kasih sudah berjuang untuk seseorang yang tidak berharga seperti diriku.“

Usai aku menepuk kepala Ise dengan lembut, aku berkata pada Raiser.

“Ini kekalahanku. Aku menyerah.“

Rating Game pertamaku.

Dimulai dari kekalahan pahit dan menyakitkan.

Aku takkan pernah melupakan kekalahan ini.
High School DxD v2 Checkmate.

Diposkan Oleh: setiakun

0 Komentar:

Post a Comment