28 April 2017

High School DxD v2 Life.3

Sengaja kasih ini, banyak yg copas--
http://setiakun.blogspot.com
Jangan yg lain tetap di sb translation

Life.3 Aku Memulai Latihanku


Bagian 1

Pelajaran 1: Berlatih pedang dengan Kiba.

“Yo, ha.“

“Orya! Oryaaa!“

Aku berlatih pedang dengan Kiba dan aku mengayunkan bokuto ke arahnya.

Kiba menghindari seranganku dengan lancar. Tidak peduli berapa kali serangan pedang yang kuayunkan, sepertinya itu tidak akan memukul Kiba.

BASH!

Kiba memukul menghempaskan bokuto-ku lagi.

“Bukan itu. Jangan hanya melihat gerakan pedang lawan, tapi juga memperluas pandanganmu jadi kamu bisa melihat lawan maupun lingkungan.“

Ini tidak sesederhana seperti katanya, sehingga semakin aku berlatih dengan Kiba, semakin aku menyadari perbedaan kekuatan antara kami.

Sudah kuduga, karena dia seorang [Knight], teknik Kiba sungguh luar biasa. Dia memukulku dengan gerakan minimal. Dia telah berlatih lebih lama, memiliki lebih banyak pengalaman pertempuran, dan lebih dari itu, bakatnya dalam menggunakan pedang jauh lebih baik dariku.

“Kita belum selesai. Aku datang!“

Aku menyadari sekali lagi pada hari ini tentang bagaimana teknik pedang Kiba adalah menakjubkan.

Pelajaran 2: Berlatih kekuatan Iblis dengan Akeno-san.

“Bukan itu. kamu mengumpulkan kekuatan Iblis dengan mengaliri aura yang menutupi seluruh tubuhmu. Kamu harus berkonsentrasi dan merasakan gelombang kekuatan Iblis.“

Aku pun tak bisa mengumpulkan kekuatan Iblis ke tanganku sama sekali, meskipun Akeno-san yang mengenakan jersey hitam tengah mengajariku sepenuhnya.

Gunnnn......Konsentrasi! aku harus berkonsentrasi keras! Aku harus mengumpulkan kekuatan Iblis di tanganku sambil membayangkan menciptakan sesuatu!

“Aku berhasil!“

Asia yang mengenakan jersey putih telah mengumpulkan gumpalan kekuatan Iblis di tangannya. Sebuah kekuatan Iblis berwarna hijau terang. Jadi kekuatan Iblis Asia adalah hijau. Cantiknya.

“Ara ara. Jadi Asia-chan memiliki bakat dalam menggunakan kekuatan Iblis.“

Pipi Asia memerah usai Akeno-san memuji dirinya.

Ngh......aku di sisi lain adalah kebalikannya. Bahkan huruf “D“ untuk kekuatan Iblis belum muncul. Entah bagaimana aku membuat bola sangat kecil dari kekuatan Iblis, tapi tak besar seperti Asia yang memiliki ukuran softball, melainkan memiliki ukuran beras.

............Yah, kalau Asia bisa lebih kuat maka itu baik-baik saja.

A-Aku ‘kan punya ultimate Sacred Gear! Hahaha!

“Sekarang mari kita ubah kekuatan Iblis itu menjadi api, air dan petir. Kalian bisa membuat ini dengan membayangkan hal itu, bagaimanapun juga, akan lebih mudah bagi pemula untuk benar-benar menggunakan api dan air dari kekuatan Iblis mereka.“

Akeno-san menyuruh kekuatan Iblisnya menjadi air di dalam botol air.

SPIKE!

Air yang diterima kekuatan Iblis membentu menjadi bentuk paku dan merobek botol air dari dalam.

Wow, itu luar biasa.

“Asia-chan, aku ingin kamu untuk menyalin apa yang baru saja kulakukan selanjutnya. Ise-kun, aku ingin kamu melanjutkan mengonsentrasikan kekuatan Iblismu. Sumber kekuatan Iblis adalah imajinasi. Pokoknya itu penting untuk mewujudkan apa yang kamu bayangkan.“

Hmm. Membayangkan ya. Untuk mewujudkan apa yang kamu bayangkan di kepalamu......

“Mungkin akan lebih mudah mewujudkan apa yang baik dan apa yang selalu kamu bayangkan lebih cepat.“

Itulah apa yang kamu katakan, Akeno-san. Bukannya aku——

Hmm? Begitu ya, sesuatu yang pandai dan sesuatu yang selalu kupikirkan huh. Ah, lalu apakah itu berarti ide-ide liarku “itu“ juga mungkin?

“Akeno-san, apa kamu punya waktu satu menit?“

Kalau aku bisa membuat sesuatu yang selalu kupikirkan menjadi kenyataan......

Lalu mungkin aku menjadi tak terkalahkan! Wow, itu mengagumkan! Bahkan kupikir ide ini hebat!

Usai Akeno-san berjalan, dia tersenyum padaku sambil berkata, “Ufufu, itu pasti adalah sesuatu yang cuma Ise-kun saja.“

Oh! Jadi ini tidak mustahil?

Akeno-san kembali ke mansion. Dia membawa sesuatu dan meletakkannya di depanku.

–Dia Membawa banyak bawang, wortel, dan kentang.

Itu adalah bahan untuk kari.

“Nah, Ise-kun. Selama kita tinggal di sini, aku ingin kamu untuk mengupas semua ini dengan kekuatan Iblismu.“

Ah, aku mengerti. Aku mengerti apa yang tengah Akeno-san katakan dan apa yang ingin aku lakukan.

Sepertinya itu jalan depan akan penuh dengan lonjakan.

Pelajaran 3: Sparing dengan Koneko-chan.

“Nugagaaaaaa.“

BANG!

Gufu! Hari ini aku berhasil didorong ke sebuah pohon besar untuk kesepuluh kalinya. Tidak, bukan itu.

Aku terhempas oleh pukulan Koneko-chan sekali lagi! Ku! Aku frustasi!

“......Lemah.“

Seorang gadis loli yang mengenakan jersey kuning mengeluarkan kata-kata kasar padaku.

Sial, aku sangat terkejut! Aku merasakannya saat insiden dengan Raiser, tapi dipukuli oleh seorang gadis kecil itu pengalaman yang cukup mengejutkan bagiku.

Koneko-chan adalah gadis Iblis yang pandai melempar, menjepit, dan seni bela diri lain. Dia sungguh kuat dengan campuran dari sifat [Rook] yang kekuatan super dan pertahanan super tinggi. Dia juga cepat karena dia memiliki tubuh kecil, jadi jika aku berpaling, dia akan segera berada tepat di depanku dan memberikan pukulan ke tubuhku.

Dia menahannya, tapi masih sakit jika aku terkena pukulannya.

“......Kamu harus mengarah pusat tubuh saat kamu memberikan pukulan di mana kamu memukul dengan akurasi dan juga dengan menyodorkan pukulanmu ke dalam tubuh lawan.“

Meskipun dia mengatakan itu, akan sulit untuk seorang pemula sepertiku mendaratkan seranganku pada lawan.

Koneko-chan mulai memutar lengannya kemudian menunjuk tangannya ke arahku.

“......Sekarang, kita akan sparing lagi.“

Sepertinya aku akan dibunuh.

Pelajaran 4: Dengan Buchou!

“Hei, Ise! Lanjutkan!“

“Oosu!“

Aku tengah mendaki gunung yang sangat curam. Aku membawa batu di punggungku. Batu itu diikat ke tubuhku dengan tali. Di atas itu, Buchou duduk di atas batu.

Aku mengulangi prosedur di mana aku turun gunung, dan kemudian naik gunung. Jalan gunung tanpa berjalan di jalan benar-benar melelahkan.

Pada saat kakiku mati rasa usai aku melakukan puluhan lap, akhirnya Buchou mengampuniku dengan mengatakan, “Oke, kita sudah selesai dengan ini“.

“Berikutnya adalah pelatihan otot. Kita akan melakukan push up.“

“Y-Ya......“

Dia seorang Oni. Seorang Oni-Buchou!

Aku tak punya kemampuan dasar begitu banyak, jadi aku berlatih lebih banyak dari anggota klub lainnya. Juga untuk [Pawn] yang harus berlari di sekitar medan perang, meningkatkan kekuatan dan stamina adalah syarat mutlak.

“Guwaa!“

Buchou menempatkan batu di punggungku tanpa belas kasihan saat aku masih dalam posisi untuk melakukan push up. Kekuatan Iblis benar-benar berguna karena kamu dapat mengangkat sebuah batu di udara dengan mudah. Kalau saja ia menggunakannya untuk membawa tas......

SIT.

“Unn......“

Kemudian Buchou duduk di atas batu. Bahkan itu sedikit berdampak pada tubuhku......

“Nah, tiga ratus push up. Ayo mulai.“

“Osu!“

Aku sudah akan mati seratus kali kalau aku bukan Iblis.



Bagian 2

“Uoooo! Ini lezaaaaaaaaat! Ini sangat lezat!“

kita makan malam usai menyelesaikan hari pelatihan.

Kita memiliki terlalu banyak makanan di atas meja. Tumbuh-tumbuhan yang Kiba kumpulkan sebelumnya digunakan untuk rempah-rempah.

Hidangan daging. Rupanya itu babi yang Buchou buru. Ini pertama kalinya aku makan daging babi, tapi rasanya enak karena tidak memiliki selera aneh untuk itu!

Hidangan ikan. Sepertinya Buchou juga orang yang menangkap ikan ini. Ikan ini hanya dimasak dengan garam yang ditaburkan saja juga enak!

Ada juga berbagai jenis makanan di atas meja.

“Ara ara. Kita masih punya banyak makanan yang tersisa jadi makanlah sebanyak yang kamu mau.“

Orang yang menambah nasiku adalah Akeno-san. Sebaliknya, makanan ini adalah buatan tangan oleh Akeno-san!

Kaaaa! Bagus! Itu sangat bagus!

Semuanya menggali ke dalam makanan. Kita semua sangat lelah karena latihan dan itu sebabnya aku bisa mengisi perutku dengan banyak makanan.

Sebagian besar hal-hal di dalam tas adalah peralatan yang digunakan untuk memasak. Ini sebanding dengan pelatihan itu kalau aku harus makan makanan lezat seperti ini!

Mungkin aku tidak perlu mengatakannya keras-keras tentang bagaimana Koneko-chan makan banyak dengan cepat.

“Akeno-san, kamu adalah yang terbaik! Bahkan aku ingin kamu sebagai istriku!“

“Ufufu, kamu membuatku malu.“

Akeno-san tersenyum sambil meletakkan tangannya di pipinya. Kamu tampak sangat cantik dalam apron Jepang.

“......Aku juga membuat sup ini.“

Hah! Orang yang tampak sedih di sebelahku adalah Asia. Dia terlihat sangat kesal.

Sup bawang yang ada di meja. Rupanya Asia-lah yang membuatnya.

Dia mungkin merasa lesu karena aku hanya memuji makanan Akeno-san.

Aku mengambil mangkuk dan minum sup itu dengan satu tegukan. Yup, itu enak!

“Ini enak, Asia! Itu yang terbaik! Beri aku satu lagi!“

“Ini!? Aku sangat senang...... Lalu sekarang aku bisa menjadi Ise-san......“

“Hmmm? Aku tak bisa mendengar bagian terakhirnya. Apa itu tadi?“

“T-Tidak, bukan apa-apa!“

Asia melambaikan tangannya saat wajahnya memerah. Huh? Apa katanya?

“Sekarang, Ise. Dari latihan hari ini apa yang telah kamu tahu?“

Buchou bertanya padaku usai minum teh hijau.

Aku meletakkan sumpitku dan memberikan jawaban yang jujur.

“......Aku yang paling lemah di antara kita.“

“Ya. Itu sudah pasti.“

Aku merasa ingin menangis usai dia menjawab dengan jelas.

“Akeno, Yuuto, dan Koneko memiliki banyak pengalaman pertempuran meskipun mereka tidak berpartisipasi di dalam game, sehingga mereka bisa bertarung kalau mereka sudah terbiasa. Tapi kamu dan Asia pada dasarnya tidak memiliki pengalaman sama sekali. Meski begitu, kemampuan penyembuhan Asia dan Booster Gear-mu adalah sesuatu yang tak bisa diabaikan. Bahkan musuh tahu itu. Aku ingin kalian untuk memiliki setidaknya kekuatan untuk melarikan diri dari musuh.“

“Lari......? Apa sesulit itu?“

Buchou mengangguk.

“Melarikan diri juga merupakan bagian dari strategi. Mundur untuk membentuk formasi baru juga merupakan cara berjuang profesional. Ada cara untuk memenangkan pertandingan seperti itu. Tapi, melarikan diri dengan punggung menghadap musuh adalah sesuatu yang sangat sulit. Kalau itu musuh dengan kira-kira kekuatan yang sama sepertimu, itu mudah, tapi menunjuk kembali ke musuh yang jauh lebih unggul darimu pada dasarnya meminta mereka untuk membunuhmu. Jadi bisa lari dari musuh tersebut juga akan menjadi bagian dari kekuatanmu. Jadi aku harus mengajarimu dan Asia saat kalian harus lari. Tentu saja, aku juga akan mengajarimu bagaimana untuk melawan musuh langsung.“

“Mengerti.“

“Ya.“

Asia dan aku membalas Buchou pada waktu yang sama.

Ini tidak dapat dihindari bahwa Asia terlibat dalam pertempuran ini karena dia menjadi anggota dari kelompok Gremory.

......Aku juga harus memiliki kekuatan untuk melindungi Asia juga. Dalam kasus terburuk, aku harus menjadi perisai Asia. Itu adalah keputusan yang kuperlukan.

“Mari kita mandi setelah makan. Ini adalah mandi di tempat terbuka jadi itu mengagumkan.“

—! Dengan ucapan Buchou, aku mulai memikirkan hal-hal nakal!

Mandi!? Mandi di tempat terbuka!? Mandi di udara terbuka!?

Jika itu adalah mandi di tempat terbuka, maka itu adalah tempat untuk mengintip! Mengintip adalah cara yang tepat untuk mandi di tempat terbuka! Ya, itu sebuah dosa tidak mengintip jika kamu dilahirkan sebagai seorang pria!

“Aku tidak akan mengintip, Ise-kun.“

Kiba mengatakan itu terlebih dahulu dengan senyum.

“Bodoh! J-jangan ‘ngomongin itu!“

“Oh, Ise. Apa kamu ingin mengintip kita saat kita sedang mandi?“

Semua orang menatapku pada pertanyaan Buchou.

Uwa. Aku merasa canggung. ......Rasanya aku menyesal karena mesum.

Tapi Buchou terkekeh.

“Lalu bagaimana kamu mandi dengan kami? Aku tidak keberatan.“

Apa!

Aku bisa merasakan listrik menjalari tubuhku! Ku! Bahasa Jepang Buchou menakjubkan seperti biasa! Rasanya aku mau menangis sepanjang waktu karena itu!

“Bagaimana denganmu, Akeno?“

“Aku tidak keberatan kalau itu Ise-kun. Ufufu. Mungkin aku ingin mencuci punggung seorang pria.“

Akeno-san memberikan persetujuannya dengan senyum! Aku benar-benar ingin dia mencuci punggungkuuuuuu!

Mustahil! Tidak apa-apa!? Beneran boleh!?

Bagaimana bisa gadis-gadis dari klub ini lengah!?

“Bagaimana denganmu, Asia? Kamu seharusnya baik-baik saja kalau Ise sayangmu, ‘kan?“

Asia memerah dan menjadi tenang setelah pertanyaan Buchou, tapi akhirnya dia mengangguk kecil dengan kepalanya.

Uwah! Aku tidak pernah berpikir situasi seperti ini akan terjadi padaku!? A-AAAAAAAA-Apa yang harus kulakukan!? AKu! Aku! Aku yakin bahwa aku harus membungkuk sepanjang waktu!

“Terakhir Koneko? Bagaimana denganmu?“

“......Tidak.“

Dia menolakku!? T-Tidak, perasaanku lumpuh sesaat, tapi ini adalah respon alami dari seorang gadis biasa!

“Maka, tidak. Sayang sekali, Ise.“

Buchou terkekeh dengan ekspresi nakal.

Apa......aku merasa seolah-olah mereka mengangkat harapanku, kemudian menjatuhkanku ke kedalaman jurang.

Karena kesimpulan mengejutkan itu, pandanganku menjadi hitam.

Hiks, aku sangat dekat ......Jadi memiliki situasi seperti mimpi itu sulit untuk membuatnya menjadi kenyataan. Lalu, sepertinya aku harus mengintip——.

“......Kalau kamu mengintip, maka aku akan menyimpan dendam padamu selamanya.“

Guha! Koneko-chan mengatakan itu padaku dulu! Sialan! Tidak! Harapanku!

“Ise-kun, mari kita mandi telanjang sama-sama. Aku akan mencuci punggungmu.“

“Diaaaaaam! Aku sungguh akan membunuhmu, Kibaaaa!“

Teriakan amarahku menggema seluruh mansion.



Bagian 3

Pelatihan Hari 2.

Saat aku bangun di pagi hari, apa yang menungguku adalah rasa sakit dari nyeri otot. Itu karena aku juga berlatih di malam hari.

“Ada pelatihan malam yang direncanakan di malam hari juga. Toh, kita adalah penghuni malam.“

Ujar Buchou.

Pelatihan ini jauh lebih sulit daripada pelatihan yang kulakukan setiap pagi. Dengan beberapa kali lebih banyak pelatihan daripada yang kulakukan di pagi hari. Meski Iblis jauh lebih kuat di malam hari, aku masih akan mati jika aku latihan baik siang dan malam.

Aku sudah dalam mood yang buruk karena aku harus berbagi kamar dengan Kiba. Saat aku mendengar suara para gadis yang sedang bersenang-senang dari lantai atas, aku menyesal dilahirkan sebagai seorang pria.

Kemudian di pagi hari untuk hari 2, itu waktu belajar.

Kita berkumpul di ruang tamu, dan mereka tampaknya memutuskan untuk mengajariku dan Asia tentang pengetahuan Iblis.

Makanya, mereka mengajariku beberapa nama aneh yang sulit untuk diingat. Karena aku diajari hal-hal yang bahkan tidak kumengerti, otakku hampir gosong.

Saat mereka menekan jumlah informasi yang cukup, Kiba bertanya padaku.

“Musuh terbesar kami. Malaikat yang dipimpin oleh Tuhan. Apa nama yang diberikan pada Malaikat peringkat tertinggi? Juga orang-orang di antara mereka?“

“Ummm, “Seraphim“, ‘kan? Para anggotanya......Michael, Raphael, Gabriel, dan...... hmm, Uriel?“

“Benar.“

Fiuh......Jadi itu benar. Aku ingat bahwa mereka semua memiliki “el“ pada akhir nama mereka, sehingga entah bagaimana aku ingat mereka semua.

“Berikutnya adalah “Maou“-sama kita. Apa nama dari “Yondai Maou-sama“?“

“Tentu! Piece of Cake! Aku berencana untuk menemui mereka saat aku mendapatkan gelar kebangsawanan! Jadi aku ingat semua nama-nama mereka dengan sempurna! Lucifer-sama, Beelzebub-sama, dan Asmodeus-sama! Dan terakhir Maou-sama perempuan yang kunantikan, Leviathan-sama!“

“Benar.“

“Aku pasti akan bertemu Leviathan-sama!“

Aku dengar dari Buchou. Bahwa orang yang berdiri di top Iblis perempuan adalah Maou Leviathan-sama.

Aku juga mendengar bahwa dia adalah Maou-sama yang sangat cantik! Aku juga diberitahu bahwa aku bisa bertemu dengannya kalau beruntung! Ku! Aku tidak sabar!

Betapa cantiknya dia? Karena dia adalah Maou-sama, seharusnya dia sangat cantik......

Haa......aku benar-benar ingin bertemu dengannya.

“Lalu berikutnya, aku akan memintamu untuk mengatakan nama-nama para pemimpin Malaikat Jatuh yang paling kamu benci, Ise-kun.“

Ini dia. Nama-nama Malaikat Jatuh yang benar-benar kubenci......

Malaikat Jatuh memiliki lebih banyak pemimpin dari golongan lainnya. Dan nama-nama mereka rumit......

Tapi aku ingat nama top 2.

“Kelompok utama dari Malaikat Jatuh disebut “Grigori“. Nama Gubernurnya “Azazel“ dan nama Wakil Gubernurnya “Shemhazai“. Aku cuma tahu sampai sini. Dan nama pemimpin......Armaros......Barakiel......Tamiel......Ah, dan, hmmm, ya? Bene-apalah dan C-C-Cociane......?“

“Benemue, Kokabiel dan Shariel. Kamu harus ingat dengan benar. Ini juga dasar-dasarnya. Ini sama dengan mengingat nama-nama perdana menteri dan wakil perdana menteri Jepang serta para pemimpin negara-negara sekitarnya.“

Bagaimana bisa!? Mereka memiliki terlalu banyak pemimpin! Dua saja sudah cukup! Lalu, apa pekerjaan dari para pemimpin lainnya!?

Astaga, itu sebabnya Malaikat Jatuh itu menjengkelkan. Aku tak suka mereka. Mereka mungkin sampah.

Juga mereka mengawasi “Anak Tuhan“, dengan kata lain duapuluh empat tujuh pemilik “Sacred Gear“.

Itu juga alasan mengapa aku pernah diserang dan mengapa Asia dibunuh.

Malaikat Jatuh membuat kelompok untuk meneliti tentang Sacred Gear. Mereka mengundang keuntungan Sacred Gear pemiliknya untuk kelompok mereka atau mereka mengambil Sacred Gear mereka.

Jika mereka tidak menguntungkan maka mereka membunuh mereka segera. Mereka adalah sampah terbesar yang pernah ada.

Mereka bahkan membunuh pemilik yang tak tahu tentang Sacred Gear mereka sendiri. Begitulah.

Mereka tampaknya menjadi musuh terbesar Iblis, jadi aku tidak akan menahan mereka. Aku tidak akan menahan orang-orang yang melakukan hal-hal yang mengerikan pada Asia!

Seperti ini, aku diajari tentang Malaikat dan Malaikat Jatuh. Ini menjadi sangat berguna untuk diketahui.

Aku harus ingat terutama tentang hubungan antara Iblis dan golongan lain karena mereka penting.

Lalu berikutnya, Asia memulai pelajarannya.

“Uhuk. Maka sekarang, aku, Asia Argento akan menjelaskan tentang dasar-dasar para Exorcist.“

Oh. Prok-prok. Aku memberikan bertepuk tangan pada Asia yang akan berbicara di depan semua orang.

Ah, dia berubah merah. Terima kasih banyak untuk respon lucunya.

“U-Umm. Dari tempatku dulu, ada dua jenis Exorcist.“

“Dua jenis?“

Asia mengangguk.

“Jenis pertama adalah orang-orang yang muncul di dalam film dan novel. Sang Bapa membaca bagian dari buku ini, maka ia menggunakan air suci untuk menyingkirkan Iblis dari tubuh seseorang. Mereka Exorcist pada “permukaan“. Jadi Exorcist pada “belakang“ adalah orang-orang yang merupakan ancaman bagi kami.“

Buchou melanjutkan dari mana Asia melepaskan.

“Ise, kamu juga telah bertemu sebelumnya, tapi ancaman terbesar bagi Iblis adalah Exorcist yang menerima perlindungan ilahi dari Tuhan atau Malaikat Jatuh. Kita telah melawan mereka untuk waktu yang sangat lama di belakang layar. Mereka datang untuk membinasakan kami dengan kekuatan cahaya yang diterima dari para Malaikat, dan dengan tubuh fisik mereka bahwa mereka dilatih sampai batas tertinggi.“

Lalu aku teringat pendeta muda gila sebelumnya.

Dia adalah seorang Exorcist gila dengan rambut putih. Dia tak hanya membunuh Iblis tetapi juga mereka yang memiliki koneksi dengan Iblis. Sejujurnya, dia tipe orang yang tak ingin kutemui lagi.

Sementara aku memikirkan hal itu, Asia mengeluarkan banyak hal dari tasnya.

Buchou mengambil botol kecil dengan air di dalamnya dengan jemarinya dan memegangnya seolah-olah dia menyentuh sesuatu yang menjijikkan.

“Sekarang aku akan membicarakan tentang sifat-sifat air suci dan Injil. Pertama-tama, air suci. Ini akan sangat mengerikan jika Iblis menyentuhnya.“

“Itu benar, jadi kamu tak boleh menyentuhnya juga, Asia. Kulitmu akan terbakar.“

“Hiks, benar......aku tak bisa menyentuh air suci lagi......“

Asia terkejut usai mendengar komentar Buchou. Yah, dia ‘kan Iblis.

“Aku akan memberitahumu bagaimana untuk membuat ini setelahnya. Aku tak tahu apakah itu akan berguna tapi ada beberapa cara untuk membuatnya.“

Mungkin ini adalah bidang yang dia bisa, sehingga Asia terus berbicara penuh semangat.

Yo, Iblis pendeta! Dia mungkin akan menangis kalau aku mengatakan hal seperti itu. Aku harus mengendalikan diri.

“Berikutnya adalah Injil. Aku telah membaca setiap hari sejak aku masih kecil. Tapi aku dalam kesulitan karena itu memberiku rasa sakit di kepala meski aku hanya membaca kalimat itu.“

“Kamu ‘kan Iblis.“

“Kamu ‘kan Iblis, Asia.“

“.......Iblis. “

“Ufufu, Iblis menerima kerusakan hebat.“

“Hiks, aku tak bisa membaca Injil lagi!“

Mata Asia mulai berkaca-kaca setelah semua orang menunjukkan hal itu padanya.

Aku dengar dari Buchou sebelumnya. Kami para Iblis sangat menderita jika seseorang membacakan Injil kepada kami.

Aku belum mengalami itu, tapi mungkin aku menderita karena bosan kalau seseorang membacanya kepadaku.

Tunggu, jadi berarti Asia telah membaca Injil. Kalau dia terus begini dia akan mati suatu hari nanti!

“Tapi, ini adalah kalimat favoritku...... Ya Tuhan. Maafkan orang berdosa sepertiku yang tak bisa membaca Injil–au!“

Dia menerima kerusakan lagi dengan berdoa kepada Tuhan.

Tolong Tuhan, abaikan saja doa anak ini.

Seperti ini, setelah kami selesai sesi pelajaran pagi, kami pergi ke pelatihan malam kami.



Bagian 4

Ada beberapa hal yang kutahu saat pelatihan seperti ini dengan semua orang selama beberapa hari di gunung ini.

Aku tidak punya bakat dalam menggunakan pedang.

Aku tidak punya bakat dalam seni bela diri.

Aku tidak punya bakat dalam Iblis kekuasaan.

Dan yang paling penting adalah bahwa aku amat sangat lemah.

Aku menyadari betapa lemahnya, aku semakin aku berlatih dengan orang lain.

—Aku tidak akan berguna di dalam game.

Ya, aku tidak punya kemampuan penyembuhan seperti Asia.

Apa yang kulakukan adalah mengupas sayuran. Nah, itu juga merupakan bagian dari pelatihan.

Aku......sangat lemah dan sangat tidak berguna.



Bagian 5

Malam itu di mansion.

Aku tengah melihat langit-langit sambil berbaring di tempat tidur. Seminggu telah berlalu sejak kami datang ke pegunungan.

Usai berlatih dari pagi sampai malam. Kita juga mengulangi formasi menyerang dan bertahan serta kombinasi yang mungkin kita gunakan untuk pertandingan mendatang.

Aku melihat ke arah Kiba yang tidur di tempat tidur di sebelahku. Dia tidur dengan tenang.

......Kiba menakjubkan. Aku menyadari perbedaan antara kami semakin kita berlatih sama-sama.

Mungkin aku takkan pernah mengalahkan Kiba dalam pertarungan pedang. Keterampilan yang ia capai dengan bakat dan banyak pelatihan sendiri.

Aku tak punya. Kalau aku berlatih keras dari sekarang, akankah keterampilan berpedangku setara dengan Kiba? Setelah berapa tahun? Tidak, setelah berapa dekade? Tidak, mungkin aku tidak akan mencapai selamanya.

Aku--.

Dalam latihan kekuatan Iblis. Asia terus meningkat di sebelahku. Dia mulai menguasai api, air, dan petir, meskipun itu kecil. Tapi di sisi lain aku hanya bisa membuat gumpalan kekuatan Iblis seukuran sebutir beras.

Aku--.

Ah, sialan!

Aku tak bisa menahannya lebih lama lagi, jadi aku bangkit dari tempat tidur perlahan dan menuju dapur. Saat aku minum secangkir air—.

“Ara? Kamu terjaga?“

Suara Buchou datang dari ruang tamu. Saat aku melihat, ada Buchou yang duduk di mana meja berada.

“Ah, Buchou. Halo.“

“Kenapa kamu begitu kaku? Waktu yang baik, mari kita bicara sebentar.“

Cahaya lilin membuat cahaya samar di atas meja. Iblis bisa melihat di malam hari, meski tidak ada cahaya. Berkat itu, kami mampu berlatih bahkan di malam hari. Kemudian lilin ini mungkin digunakan untuk melihat.

Lalu, aku duduk berlawanan dari Buchou di mana kita terhalang meja antara kami.

Buchou mengenakan daster merah sambil mengenakan kacamata dan mengikat rambut crimsonnya menjadi satu.

“Hah? Buchou, apa kamu memiliki penglihatan yang buruk?“

“Oh, ini? Ini hanya untuk tampilan saja. Aku bisa berpikir lebih jernih saat memakai kacamata. Fufufu, ini adalah bukti bahwa aku telah di dunia manusia begitu lama.“

Buchou terkekeh. Bahkan Buchou dengan kacamata tampak cantik...... Lebih seperti, dia juga terlihat cantik saat dia memakai daster!

Di atas meja ada banyak kertas yang terlihat seperti formasi peta dan pertempuran. ......Apa dia membuat rencana sendirian di malam hari?

Buchou menutup buku catatan dengan strategi yang berbeda.

“......Jujur saja, satu-satunya hal yang akan kudapatkan dengan membaca ini adalah untuk memiliki ketenangan pikiran.“

Buchou mengatakan itu sambil mendesah.

“Kenapa?“

“Kalau lawannya adalah Iblis Kelas Atas lain, maka kita bisa melawannya dengan membaca ini. Buku ini ditulis dengan banyak penelitian. Tapi itu bukanlah masalah.“

“? Lalu ada apa?“

“Raiser sendiri. Tidak, masalah terbesarnya adalah bahwa lawan kita adalah Phoenix.“

Buchou mengeluarkan sebuah buku setelah menjawabku dan menempatkan di atas meja. Lalu dia menunjukkan pada halaman yang dibuka. Ada gambar burung api dengan sayapnya menyebar terbuka lebar dengan heroik.

“Dulu binatang mistis, Phoenix, dipandang oleh manusia sebagai burung yang mengatur kehidupan. Itu sangat dihormati sampai meninggalkan legenda di banyak negara di dunia manusia di mana katanya bahwa air mata Phoenix dapat menyembuhkan luka apapun, dan darah yang mengalir di dalam tubuhnya dapat memberikan masa muda yang kekal bagi mereka yang meminumnya.“

Tapi ada juga klan lain yang berbeda dari binatang mistis Phoenix. Mereka adalah Iblis yang memiliki pangkat Marquis, dan dihitung sebagai salah satu dari “72 pilar“. “Phoenix“ dari pihak Iblis.

“Manusia menamai Phoenix para Iblis sebagai “Phenex“ untuk membedakannya dari binatang mistis Phoenix, namun binatang mistis Phoenix memiliki kemampuan yang sama seperti klan Raiser. —Dengan kata lain keabadian. Itulah lawan yang harus kita lawan.“

Abadi!? T-Tunggu!

“Itu curang! Maksudku menjadi abadi pada dasarnya tak terkalahkan!“

“Ya. Mereka pada dasarnya tak terkalahkan. Meski kamu menyerang mereka, luka-luka mereka akan sembuh segera. Api mereka bahkan tidak akan meninggalkan satu tulang pun. Delapan kali menang dan dua kali kalah. Ini adalah rekor yang Raiser miliki di “Rating Game“ resmi. Dia bertempur sepuluh kali dan memenangkan delapan pertandingan. Dia kalah di dua pertandingan sebagai kebaikan kepada salah satu keluarga yang dekat. Pada kenyataannya ia memenangkan semua pertandingannya. Dia sudah menjadi kandidat untuk mendapatkan gelar di pertandingan resmi.“

……Apa. Aku kehilangan kata-kata dari mulutku.

Sekarang aku mengerti apa yang Buchou maksud dengan “masalah“. —itu Raiser! Dia memikirkan cara untuk mengalahkan bajingan itu!

“Aku merasa gelisah saat aku mendengar bahwa Raiser dipilih sebagai tunanganku. Ya, kupikir Otou-sama dan yang lain memilih dia kalau kasus seperti ini terjadi. Mereka memilih Raiser jadi aku akan punya pilihan selain untuk menikah dengannya. Meski itu menjadi pertandingan antara keluarga, mereka tahu bahwa tidak ada cara bagiku untuk menang. Dalam catur, kamu akan mengatakan mereka menipuku. Sebuah penipuan.“

Tidak peduli seberapa kuat Buchou, orangtuanya tahu bahwa tidak ada cara bahwa Buchou bisa mengalahkan seseorang yang abadi. Itu tidak adil! Lalu tidak peduli putrinya itu, mereka tidak dapat menghindari pernikahan.

“Saat Rating Game menjadi populer, orang-orang yang paling menanjak adalah Keluarga Phoenix. Tak ada banyak pertempuran antara Iblis hingga game diperkenalkan. Dalam game di mana [King] juga berpartisipasi, kekuatan Phoenix menjadi lebih jelas. Keluarga Phoenix adalah kelompok terkemuka di antara kelas yang terkuat. —Abadi. Iblis menyadari betapa menakutkannya kekuatan ini untuk pertama kalinya.“

Jika mereka abadi, maka mereka dapat bangkit tidak peduli berapa kali mereka dikalahkan. Para Iblis lainnya memiliki batas kekuatan mereka tidak seperti Phoenix, sehingga mereka akan dikalahkan setelah mereka kelelahan. Uwa! Mereka amat sangat kuat sampai itu tidak adil!

—Dan itulah lawan kami!

Meski kita mengalahkan budak Raiser, pasukan gadis cantik, itu tidak berarti apa-apa jika kita tidak mengalahkan Raiser. Tidak, pertanyaannya adalah bisakah kita mengalahkannya? Ini bukanlah pertarungan di mana mereka berencana untuk menipu untuk mengalahkan kami, ‘kan?

Buchou terkekeh setelah melihat wajah seriusku.

“Kamu tahu, bukannya kita tidak bisa mengalahkan Raiser?“

“Apa kamu serius!?“

“Ya. Ada dua cara, kamu bisa mengalahkannya. Salah satunya adalah mengalahkan dia dengan kekuatan luar biasa dan yang lain adalah untuk terus mengalahkannya sampai meremukkan pikirannya. Metode pertama membutuhkan kekuatan sekelas Tuhan. Yang kedua adalah untuk menjaga stamina kami sampai pikirannya hancur. Meski tubuhnya abadi di mana dia bisa membangkitkan tubuh berapa kali pun, pikirannya tidak abadi. Pikirannya pasti akan remuk setiap kali kita mengalahkannya. Ini kemenangan kita jika kita benar-benar menghancurkan pikiran Phoenix. Lalu ia akan berhenti bangkit dan ia akan jatuh. Nah, cara termudah adalah untuk mengalahkannya dengan kekuatan yang setara dengan Tuhan sampai meremukkan dia dengan satu serangan yang mengambil tubuh dan pikirannya.“

......Tidak akan kedua metode memerlukan banyak upaya? Apakah mungkin untuk melakukan sesuatu seperti itu dalam pertempuran pertama kami? Tidak, kita harus melakukannya.

Dengan kata lain, kita harus berjuang sampai dia mengatakan “Aku dibangkitkan kembali sehingga aku kehilangan keinginan untuk melawan jadi tolong maafkan aku“.

Oh ya, aku akan bertanya pertanyaan yang telah mengganggu sepanjang waktu ini.

“Buchou.“

“Apa itu?“

“Kenapa kamu benci Raiser......tidak, lebih seperti, kenapa kamu melawan pernikahan ini?“

Buchou mendesah atas pertanyaanku.

Tentu saja, Raiser tampaknya seperti sampah dan agak casanova, tapi kupikir dia tidak bisa menolak pengaturan ini jika kamu memikirkan masalah keluarga Buchou.

“......Aku “Gremory“.“

“Huh? Y-Yah, tentu......“

“Tidak. Aku tidak kembali memperkenalkan diri. Aku Iblis dari Keluarga Gremory, dan nama itu akan mengikutiku ke manapun aku pergi.“

Oh, kupikir aku mengerti.

“Apa kamu membencinya?“

“Aku merasa bangga akan hal itu. Tapi, ini juga sesuatu yang menjadi beban bagiku. Semua orang melihatku sebagai Rias dari Gremory. Aku tak bisa membuat mereka melihatku hanya sebagai Rias. Itu sebabnya aku menikmati hidupku di dunia manusia. Mereka tidak tahu tentang Gremory sang Iblis. Semua orang menatapku seperti siapa aku. Aku sangat suka perasaan itu. Aku tidak pernah merasakan sesuatu seperti ini di masyarakat Iblis, dan aku tak pernah berharap sekarang juga. Satu-satunya waktu aku bisa menikmati hidupku sebagai diriku adalah ketika aku di dunia manusia.“

Buchou menatap jauh. Dia juga memiliki mata yang sangat sedih.

Dia bercerita tentang dunia yang tak pernah bisa kubayangkan. Aku Hyoudou Issei, dan aku tak pernah merasakan apa-apa pada namaku. Aku sendiri; aku hanyalah anak ibu dan ayahku.

Sekarang, di manapun aku pergi, orang-orang melihatku sebagai “Hyoudou Issei“ sebagai seorang individu. Buchou telah menghabiskan hidupnya sambil membawa nama Gremory di punggungnya. Itu akan sama mulai sekarang.

“Aku ingin bersama seseorang yang akan mencintaiku sebagai Rias tanpa fakta bahwa aku seorang Gremory. Itu mimpi kecilku, aku telah......sayangnya, Raiser hanya menatapku seperti Rias dari Gremory. Dan dia mencintaiku sebagai Rias dari Gremory. Itu sebabnya aku benci itu. Tapi tetap saja, kebanggaan menjadi Gremory sangat penting. Perasaanku mungkin rumit, tapi aku ingin menghargai mimpi kecil yang kupunya ini.“

Jadi Buchou ingin dicintai sebagai “Rias“ dan bukan sebagai “Rias Gremory“ oleh lawan jenis...... Itulah apa yang kamu sebut perasaan seorang gadis huh.

Tapi tak ada keraguan bahwa Buchou merasa rumit karena masalah keluarganya.

Hmm, aku tak mengerti baik perasaan seorang gadis dan struktur masyarakat Iblis, jadi aku tak tahu harus berkata apa padanya......

“Aku suka Buchou sebagai Buchou.“

Aku hanya mengatakan apa yang kupikirkan. Tapi Buchou menatapku dengan heran.

“Aku tak tahu apa-apa tentang Gremory atau tentang dunia Iblis, tapi bagiku Rias-buchou adalah Rias-buchou...... Nggh, aku tak mengerti semua hal-hal yang rumit tapi bagiku Buchou yang biasa adalah yang terbaik!“

Aku mengatakan semua yang bisa kupikirkan dengan senyum.

Hahaha, bahkan aku tak bisa mengatakan hal-hal yang terdengar romantis.

......Hei, Buchou-sama? Aku tak tahu mengapa tapi pipinya memerah.

“B-Buchou? A-Apakah aku mengatakan sesuatu yang aneh?“

Aku bertanya padanya dengan suara yang meragukan, tapi Buchou menggeleng dimana dia berkata, “T-Tidak ada!“ sambil panik.

Apa? Apa terjadi sesuatu? Yah, aku akan mengesampingkannya.

“Tapi setelah lawan seperti itu untuk pertandingan pertama si jenius Buchou, tentu akan menjadi kendala sulit, ‘kan?“

“Aku benar-benar tidak suka kata “jenius“?“

Buchou menjawabku masih dengan wajah merah.

“Kenapa?“

“Sebuah bakat yang diberikan oleh surga......rasanya itu adalah hadiah yang diberikan oleh Tuhan sehingga aku tidak merasa suka. Bakatku adalah lahir dari akar Keluarga Gremory yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Aku mewarisi sifat sebagai Iblis. Aku tak pernah berpikir bahwa aku menerima itu sebagai hadiah dari Tuhan, dan itu mustahil. Kekuatanku adalah milikku dan Keluarga Gremory. Itu sebabnya aku takkan kalah. Aku akan menang kalau aku bertempur. Aku harus menang.“

Buchou mengatakan itu padaku seolah-olah dia mengatakan hal itu pada dirinya sendiri.

Menakjubkan. Buchou benar-benar kuat. Dibandingkan dengan itu, aku......aku......

“Buchou, aku tidak berharga. Aku tak berguna......sejak aku tiba di sini.“

Buchou membuat ekspresi meragukan sambil melihatku mengatakan itu dengan suara lemah.

“Ise?“

“Kupikir aku sudah jadi lebih kuat sejak aku datang ke sini dan dilatih dengan semua orang, tapi lebih dari itu......aku merasakan perbedaan antara kami. Kalau aku melakukan pelatihan pedang, aku menyadari betapa menakjubkannya Kiba dan menyadari bahwa “aku takkan bisa menjadi seorang pendekar pedang seperti Kiba“......Saat aku melakukan latihan menggunakan kekuatan Iblis, aku menyadari betapa unggulnya Akeno-san sementara Asia sudah meningkatkan kekuatan Iblisnya......Dan aku tak bisa berbuat apa-apa......aku baik-baik saja selama aku memiliki Boosted Gear-ku! Aku bertindak keras dengan berpikir seperti itu......“

Aku menangis tanpa menyadarinya.

Aku frustrasi, hanya frustrasi. Semakin aku berlatih, semakin aku menyadari betapa lemahnya aku.

—Aku tak punya bakat untuk pertempuran.

Aku telah menyadari hal itu.

“Aku tahu bahwa aku adalah yang terlemah...... Aku juga menyadari itu......aku paling tidak berguna......aku sadar itu tak berarti apa-apa jika aku dengan ultimate Sacred Gear. Itu sebabnya aku ditertawakan oleh Raiser saat itu, ‘kan? “Mutiara di hadapan babi“, sungguh ungkapan yang cocok untukku.“

Aku mulai meneteskan banyak air mata di depan Buchou. Aku menangis karena frustrasi ini yang membuatku terlihat menyedihkan. Bahkan hidungku menetes.

Buchou berdiri dan duduk di sebelahku.

HUG.

—!

Buchou memelukku dengan lembut. Dia mulai mengelus kepalaku.

“Kamu menginginkan rasa percaya diri, ‘kan? Oke, aku akan memberikan kamu kepercayaan diri. Tapi sekarang, kamu harus mengistirahatkan tubuh dan pikiranmu. Aku akan bersamamu sampai kamu mengantuk.“

Waktu itu aku tak tahu apa maksudnya. Kecuali, kehangatan Buchou menyembuhkan jiwaku.

Itu sudah cukup untuk saat ini.



Bagian 6

“Gunakan Boosted Gear-mu, Ise.“

Keesokan hari. Buchou mengatakan itu padaku sebelum dimulainya pelatihan.

Dia mengizinkanku untuk menggunakan Sacred Gear yang dilarang untuk digunakan sejak aku masuk ke pegunungan. Dia mengizinkanku untuk menggunakannya sekarang......tapi apa yang dia ingin aku lakukan dengan Sacred Gear-ku?

“Seharusnya baik-baik saja untuk membiarkan Yuuto sebagai lawan.“

“Ya.“

Kiba datang ke depan setelah Buchou memintanya. Dia berdiri di depanku. Hei, apakah dia menyuruhku untuk melawan Kiba!?

“Ise, aktifkan Sacred Gear-mu sebelum pertempuran pura-pura ini. Mari kita lihat......kita akan memulai pertempuran dua menit setelah kamu mengaktifkan Sacred Gear-mu.“

“Y-Ya.“

Aku membuat Boosted Gear-ku muncul di lengan kiriku saat Buchou memerintahku.

“Boost!“

[Boost!!]

Sacred Gear membuat suara pada ucapanku, dan aku bisa merasakan kekuatan yang masuk ke tubuhku. Dengan ini kekuatanku telah dua kali lipat.

Sepuluh detik kemudian.

[Boost!!]

Kekuatanku digandakan lagi. Kekuatan yang bisa kurasakan dari Sacred Gear-ku menjalari tubuhku.

Tidak apa-apa bahwa kekuatanku semakin berlipat, tapi ada hal-hal yang perlu diingat saat aku menggunakan Boosted Gear-ku.

Kamu mungkin berpikir tak ada batas untuk meningkatkan kekuatanku, tapi kenyataannya adalah bahwa ini mustahil. Usai aku mengaktifkan Boosted Gear-ku untuk melihat seberapa jauh aku bisa meningkatkan kekuatanku tapi setelah beberapa menit aku pingsan. Alasannya sederhana. Tubuhku tak bisa menangani kekuatan itu karena akan meningkatkan lagi. Saat aku bertanya pada Buchou setelah itu,

“Misalnya berpikir bahwa kamu adalah truk. Apa yang akan terjadi kalau kamu membawa lebih banyak paket dari yang dapat truk bawa? Itu tidak akan bergerak, ‘kan? Begitulah.“

Itulah cara dia menjelaskannya padaku.

Paket ini sama dengan kekuatanku yang digandakan. Jika sejumlah paket terus digandakan, maka truk akan menurunkan kecepatan dan pada akhirnya tidak akan bergerak.

Jadi dengan kata lain kalau kekuatan terlalu besar, maka itu memberi tekanan pada tubuhku. Itu sebabnya aku pingsan. Tubuhku adalah wadah yang takkan mampu menahan kekuatan yang meningkat.

Itulah yang terjadi saat aku mengaktifkan selama beberapa menit. Permata di gauntlet membuat suara yang mengatakan [Burst], maka tubuhku menjadi lebih berat dan rasanya semua indraku membeku.

Meski tidak ada batas untuk Sacred Gear, pengguna yang mana itu aku memiliki batas. Itu kelemahan Sacred Gear-ku.

Nah, itu lebih seperti kelemahanku. Bukan kesalahan Sacred Gear.

Aku sudah power up dua belas kali setelah Buchou memerintahkanku untuk power up. Kemudian Buchou memerintahkanku untuk “Berhenti“ meningikatkan kekuatan Sacred Gear-ku.

“Mari kita lakukan ini, Boosted Gear!“

[Explosion!!]

Suara ini juga merupakan suara untuk berhenti meningkatkan kekuatan dan bertindak sebagai stopper.

Setelah power up berhenti, aku bisa bertarung dengan kekuatan yang sudah meningkat dalam waktu tertentu. Lamanya waktu yang bisa kugunakan itu tergantung pada tindakanku selama power up. Semakin aku bergerak, dan semakin aku menyerang, itu mengurangi waktu. Itu juga mempengaruhi staminaku, dan jika aku dalam keadaan lelah, maka waktu juga akan lebih singkat. Salah satu cara untuk menggunakan Sacred Gear ini adalah aku tidak menerima kerusakan.

Ya, itulah mengapa keadaanku saat ini di mana aku tidak kerusakan dan memiliki stamina penuh adalah waktu terbaik untuk menggunakan kemampuan Boosted Gear-ku.

Kekuatanku meningkat sementara selama boost, tapi itu tidak stabil dibandingkan dengan waktu saat aku berhenti meningkatkan untuk menggunakan kekuatan selama waktu yang terbatas. Jika aku bergerak terlalu banyak, ada risiko yang mungkin mengubahku kembali ke diri normal. Untuk itu, lebih baik untuk menghentikan boost yang kemudian menggunakan power up.

Ini akan menjadi bijaksana untuk berkeliling dan bersembunyi selama boost.

Sekarang, kekuatanku dalam keadaan tak terpikirkan karena boost dua menit. Kekuatan yang kurasakan di dalam tubuhku ini tidak normal.

“Ise, aku ingin kamu melawan Yuuto dalam keadaan itu. Yuuto, aku akan memintamu untuk menjadi lawannya.“

“Ya, Buchou.“

Kiba membuat pendiriannya dengan menunjuk bokuto ke arahku setelah Buchou memerintahkannya.

“Ise, kamu ingin menggunakan pedang? Atau apakah kamu ingin bertarung dengan tangan kosong?“

Buchou bertanya bagaimana aku akan bertarung.

Hmm, meskipun aku punya bokuto, aku tidak akan dapat menggunakannya......

“Aku akan bertarung dengan tangan kosong!“

“Baiklah. Sekarang, aku akan meminta kalian berdua untuk memulai.“

Aku juga membuat sikap terhadap Kiba. Nah, itu sikap pemula.

SWISH.

Tiba-tiba Kiba menghilang dari pandanganku! Oh sial! Sifat [Knight] adalah kecepatan! Kiba memiliki kecepatan dewa! Setelah aku kehilangan dia, aku akan menerima serangan—.

BANG!

Ayunan Kiba datang ke arahku, tapi aku menahannya dengan menggunakan lenganku. Yes! Aku bisa menahan ini!

“!“

Kiba membuat ekspresi terkejut. Dia lengah! Aku memukul ke arah Kiba yang berhenti bergerak.

SWIFT!

Tubuh Kiba menghilang sebelum aku memukulnya, dan pukulan saya memotong melalui udara. Sampah! Dia berhasil mengelak!

Dimana Kiba? Aku mencoba untuk mengejarnya dengan melihat sekitar. ......Dia pergi! Kalau dia tak di depanku atau ke kiri atau ke kananku, maka dia di belakangku!

Tapi, aku tak melihat Kiba saat aku berbalik.

! Di atasku!? Saat aku melihat ke atas, Kiba turun dengan bokuto-nya ditujukan ke bawah.

BANG!

Aku mendengar suara buruk! Guhaaa! Aku menerima pukulan di kepalaku. Ini sakiiiiiiit!

“Aduh……“

Aku tidak punya waktu untuk menyentuh bagian yang dipukul dan aku melepaskan tendangan ke arah Kiba yang baru saja mendarat di tanah.

SWISH!

Dia menghindar lagi! Sialan! Ini tidak akan memukul sama sekali! Jika lawanku adalah [Knight], maka aku memiliki waktu yang sulit dengan kecepatan mereka!?

“Ise! Tembaklah dengan blok kekuatan Iblis! Saat kamu membentuk blok kekuatan Iblis, tambaklah dengan bentuk yang paling kamu bayangkan!“

Buchou memberiku perintah.

Sebuah blok kekuatan Iblis? Aku harus melakukannya di sini? Aku tidak tahu apakah itu akan memukul tapi tidak ada pilihan lain! Aku akan mematuhi perintah Buchou.

Aku mengumpulkan kekuatan Iblis yang mengalir di dalam tubuhku dan berkonsentrasi ke dalam telapak tanganku. Ada blok kekuatan Iblis seukuran bola nasi. Kecil seperti biasa!

Kemudian aku menembak ke arah Kiba! Saat itu, aku tak bisa percaya apa yang kulihat.

GUOOOOOOOOOO!

Itu besar! Bola sihir yang memiliki ukuran bola beras semakin besar saat aku menembak! Mencapai ukuran batu besar! Itu!? Aku mengerti! Ini kekuatan Boosted Gear! Blok sihir besar itu semakin dekat mendekati Kiba. Kecepatan yang cukup cepat juga.

SWISH.

Kiba menghindar dengan mudah. Yah itu tidak mengherankan. Oh, tapi itu tidak akan berarti apa-apa jika tidak kena. Itulah yang kupikir, tapi segera aku menyingkirkan pikiran itu.

Bola kekuatan Iblis itu tak mengenai sasaran dan menuju gunung di sebelah kita berada, dan—.

BAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANG!!

Gunung itu meledak sementara membuat suara dan ledakan besar!!

Eh! Eh? Eeeeeeeeeeeeh!?

......Sebuah tembakan dari kekuatan Iblisku melenyapkan sebuah gunung......gunung itu memiliki lubang besar di dalamnya. Itu mengubah pandangan.

......Eh? Beneran? Itu beneran meledak? Itu gunung, tahu? Gunung.

Karena pergantian kejadian mendadak, aku tak tahu harus berkata apa.

[Reset]

Gauntlet membuat suara dan aku juga bisa merasakan kekuatan meninggalkan tubuhku pada waktu yang sama. Sepertinya saat aku power up sudah habis.

Kemudian aku kehilangan semua kekuatanku sekaligus. Rasanya seperti perutku menjadi kosong. Sepertinya kekuatan Iblisku habis.

“Aku akan mengizinkan kalian berdua berhenti di sana.“

Buchou mengakhiri sparingku dan Kiba. Kiba juga menempatkan bokuto ke bawah. Aku juga duduk di tanah seolah-olah aku kehilangan kekuatanku.

G-Gunung menghilang.

Jantungku berdebar dengan fakta itu. A-Apakah aku melakukan itu? Aku masih tak bisa percaya. S—Sebuah serangan seperti itu benar-benar keluar dari tanganku......

“Kerja bagus kalian berdua. Sekarang aku akan mendengar kesanmu. Yuuto, bagaimana?“

Kiba menjawab pertanyaan Buchou.

“Ya. Sejujurnya aku heran. Aku mencoba untuk menyelesaikan sparing dengan serangan pertama.“

Eh? Serangan pertama yang bisa kublokir?

“Tapi aku tidak bisa menembus penjagaan Ise-kun. Aku fokus ke menerobosnya. Aku juga mencoba untuk merobohkan dia dalam serangan keduaku dengan memukul kepalanya dari atas udara, tapi itu gagal juga.“

Kiba menjawab sambil tertawa “Hahaha“ dengan ekspresi yang menyegarkan. Kiba menempatkan bokuto-nya ke depan untuk menunjukkan kepada semua orang.

......Bokuto-nya sudah rusak.

“Aku memperkuat bokuto dengan kekutan Iblis, tetapi tidak bisa memberikan banyak kerusakan Ise-kun karena tubuhnya terlalu keras. Kalau kita melanjutkan, aku hanya akan memiliki pilihan untuk berlarian karena aku takkan memiliki senjataku.“

“Terima kasih, Yuuto. Begitulah, Ise.“

Begitulah? Apakah ini hal yang dia katakan padaku kemarin saat dia berkata, “Aku akan memberikan rasa percaya diri“?

“Ise. Kamu bilang bahwa kamu adalah “yang paling lemah dan tidak memiliki bakat“, ‘kan?“

“Y-Ya.“

“Itu setengah benar. Kamu, yang belum mengaktifkan Sacred Gear-mu, lemah. Tapi, kamu menjadi orang yang sama sekali berbeda jika kamu menggunakan kekuatan Boosted Gear.“

Poin Buchou di gunung yang lenyap.

“Serangan itu adalah salah satu dari Iblis Kelas Atas. Jika terkena, kebanyakan orang akan lenyap.“

Beneran!? Yah tentu saja serangan itu seperti bisa meledakkan sebagian makhluk.

“Tubuhmu yang melalui pelatihan dasar menjadi wadah yang dapat menangani Sacred Gear yang meningkatkan kekuatan secara drastis. Bahkan sekarang, tubuhmu cukup kuat untuk menangani peningkatan kekuatan. Aku katakan sebelumnya, ‘kan? Kamu bisa menjadi yang terkuat selama kamu meningkatkan dasar-dasarmu. Semakin tinggi kekuatan awalmu, semakin besar kekuatan yang dapat ditingkatkan. Stamina dasar naik dari “1“ ke “2“. Bahkan sesuatu seperti itu akan menjadi faktor besar bagimu untuk menjadi kuat.“

—!

Kekuatanku menakjubkan......?

Aku masih tak percaya pada diri sendiri dan Buchou mengatakan itu dengan keyakinanku.

“Kamu adalah kunci untuk game. Serangan Ise menjadi faktor yang menentukan hasil dari pertempuran. Kalau kamu sendiri bertarung, maka akan menakutkan karena kamu akan lengah selama power up. Namun, pertempuran ini adalah pertempuran tim. Kamu akan memiliki rekan-rekan yang akan mendukungmu. Percayalah. Lalu, kamu akan menjadi sekuat kami. Kami bisa memenangkan ini!“

—Menjadi kuat. Aku?

“Mari kita tunjukkan kepada orang-orang yang memandang rendah padamu. Tidak masalah jika lawan Phoenix atau tidak. Kita perlu mengajari mereka seberapa kuat Rias Gremory dan budak-budaknya!“

[YA!]

Semua orang membalas dengan suara yang kuat. Benar! Aku memiliki Buchou dan semua orang denganku!

Aku akan menjadi kuat! Aku akan menjadi lebih kuat bersama dengan semua orang!

Aku akan mengalahkan Raiser Phoenix!
Setelah tekad baru ditemukan, pelatihan gunung berjalan lancar.

Kemudian kami sampai di hari pertempuran yang menentukan.
High School DxD v2 Life.3

Diposkan Oleh: setia kun

0 Komentar:

Post a Comment