23 July 2017

Brave Chronicle - 1-1

Sengaja kasih ini, banyak yg copas--
http://setiakun.blogspot.com
Jangan yg lain tetap di sb translation

BAB 1
YUKIHIME YUKIGANE: GADIS TERKUAT DI DUNIA

1

"Selalu perhatikan identitas kalian sebagai penjaga dunia, dan jangan pernah menahan diri atas perbaikan diri."

Di atas panggung, seorang gadis berbicara dengan suara bermartabat. Dia adalah kepala sekolah akademi kami.

Di Akademi Gerbang Bintang, definisi 'kepala sekolah' ini sedikit berbeda. Toh, sekolah ini juga menjabat sebagai akademi pertahanan yang melatih para murid untuk menjadi penyihir bintang. Karena itu, saat kepala sekolah dibantu dalam mengelola akademi, tugas utamanya adalah bertindak sebagai wakil dari Akademi Gerbang Bintang, organisasi yang menjaga keamanan dunia.

Singkat cerita, dia sangat kuat dan penting.

"Nah, semoga kalian semua menikmati liburan musim dingin kalian," Kata Yukihime, mengakhiri pidatonya.

Secercah tepuk tangan menyapu gimnasium. Aku bergabung dengan setengah hati, meskipun berpikir bahwa 'Identitasmu sebagai Pelindung Dunia' adalah topik yang terlalu penting untuk pertemuan terakhir sebelum liburan musim dingin.




Dengan pertemuan selesai, para murid mulai keluar dari gimnasium.

"Kepsek Yukihime selalu terlihat sangat menggemaskan."

"Dia tidak hanya menggemaskan, dia cantik!"

Ketika aku bergabung dengan mereka, aku bisa mendengar semua murid lainnya menyanyikan pujian Yukihime. Dia bukan hanya kepala sekolah, dia adalah idola akademi. Dia adalah yang terkuat, mendapat nilai terbaik, dan juga memiliki penampilan sempurna. Tak heran orang menyembahnya.

"Ooh, kuharap dia bisa berjalan di sekelilingku!"

"Kuharap dia memelototiku dengan mata biru itu dan bilang bahwa aku ini babi kecil nakal!"

Sambil mengangguk pada diriku sendiri, aku mendengarkan suara-suara di sekelilingku. Aku bisa mengerti bagaimana perasaan mereka. Tapi aku tidak memujanya sendiri. Lagi pula, kami sudah saling mengenal sejak kami masih kecil, dan setelah kejadian tertentu, kami mulai tinggal bersama.

Aku tahu tentang ketidaksempurnaan gadis sempurna ini. Sebagai contoh, suatu saat ketika aku akan mandi...




Aku membuka pintu kamar mandi, hanya untuk menemukan Yukihime yang berdiri di sana dengan pakaian dalamnya. Seketika, tatapan kami bertemu, dan kami berdua membeku sesaat.

Jadi apa yang Yukihime lakukan selanjutnya? Alih-alih menjerit, menutupi dirinya sendiri, atau mengayunkan tubuh padaku... dia menyembunyikan sesuatu yang sedang dipegangnya.

"...Apa kau melihatnya?"

"...Ya."

Terlepas dari tindakannya yang cepat, ia tidak lolos dari mataku: bra merah muda dengan cup yang sangat besar.

Kau tahu, Yukihime sangat datar sehingga jika aku menemukan diriku dalam situasi hidup atau mati dimana aku harus menyeimbangkan talenan di dada seorang gadis, dia akan menjadi penyelamatku – yang berarti tidak mungkin bra itu miliknya.

Itu milik adik perempuanku. Dia memiliki payudara yang sangat besar. Dan ayolah, kakak yang baik apa yang akan pernah salah dengan bra adik perempuannya? Itu miliknya, pasti... Lalu apa yang Yukihime lakukan dengan itu?

"...Apa kau cemburu padanya?"

"Jangan pernah kau menceritakannya kepada Towa tentang ini..."

Cara dia memelototiku dengan rasa malu malu di seluruh wajahnya membuatku sadar ini adalah ancaman kematian. Towa adalah nama adik perempuanku, omong-omong.

"Baiklah, aku tidak akan pernah. Aku akan membawanya ke kuburku. Tapi hanya supaya kau tahu... Memakai bra Towa tidak akan membuat payudaramu lebih besar lagi, tahu?"

"Aku tahu itu! Sekarang keluar dari sini! Dan mampus sana saat kau melakukannya!"

Menyadari kecepatan sangat penting untuk kelangsungan hidupku, aku langsung mundur.




...Jadi begitulah. Salah satu kelemahan gadis yang setiap orang anggap sempurna.

Kupikir payudara kecil itu imut dengan cara mereka sendiri, tapi reaksinya sangat lucu sehingga aku tidak bisa menahannya untuk menggodanya tentang hal itu. Dia harus lebih percaya diri dan melupakan persaingan dengan orang lain... Aku mengangguk dengan tenang pada diriku sendiri, puas dengan kesimpulanku sendiri.

"Apa yang sedang kau lakukan?"

Tiba-tiba, Yukihime berdiri tepat di sampingku.

"...Tunggu disana." Aku meletakkan tanganku di bahunya sambil memberi semangat.

"...Hah? Kenapa begini tiba-tiba?"

"Oh, ya sudahlah."

"...Hmm? Oh ya, kupikir giliranmu untuk menjawab guru kelas berikutnya."

"Sungguh?"

"Aku tidak pernah melihatmu belajar... Apa kau siap untuk ini?"

"Tidak... Tunjukan punyamu."

"Memintaku seperti kau benar-benar serius, dan aku akan mempertimbangkannya."

"Tolong ajari aku bagaimana hal itu dilakukan, Kepsek Yukihime."

Aku membungkuk 90 derajat dengan setiap ons kekuatanku.

"...Baiklah, kalau kau bersikeras. Tapi sebaiknya kau siap di lain waktu. Kalau tidak, kau tidak akan pernah membuat kemajuan." Yukihime mengangkat bahu dengan putus asa.

Homeroom dimulai saat kami tiba di kelas, diikuti kelas pertama kami. Tidak lama sebelum Yukihime, yang duduk di sampingku, berdiri untuk menjawab pertanyaan guru itu.

"Pada tahun 2000, pembangunan dimulai di kota mengapung yang nantinya akan menjadi Kota Lain. Empat tahun kemudian, Perang Dunia Lain Pertama dimulai, yang membuat dunia kita menjadi krisis. Setelah perang, para penyihir bintang mengungkapkan diri mereka kepada dunia, dan Kota Lain menjadi benteng pertahanan yang ada seperti sekarang."

2000 – Konstruksi dimulai di Kota Terapung

2004 – Perang Dunia Pertama. Kota Terapung berganti nama menjadi Kota Lain

2011 – Perang Dunia Kedua yang Lain

Guru kami mulai menulis kejadian yang dibicarakan Yukihime di papan tulis.

Penyihir bintang: Mereka yang memiliki kekuatan bintang, yang memungkinkan mereka menggunakan sihir bintang.

Dulu mereka dikenal sebagai penyihir. Sambil menyembunyikan diri dari dunia, mereka menggunakan kekuatan tersembunyi mereka untuk mengalahkan monster yang menyerang dari salah satu dunia lainnya. Tapi setelah pertempuran besar yang kemudian dikenal sebagai Perang Dunia Lain Pertama, seluruh dunia mengetahui tentang dunia lain dan gerombolan monster raksasa muncul. Penyihir adalah orang-orang yang mengalahkan mereka dan memenangkan perang.

Setelah itu, para penyihir mengubah gelarnya menjadi penyihir bintang dan mengungkapkan diri mereka kepada dunia. Mereka juga mulai merekrut penyihir bintang baru untuk mempersiapkan perang kedua yang tak terelakkan.

Kami tinggal di Dunia Lain, sebuah pulau buatan manusia yang melayang di lepas pantai Kota Yokohama. Kawasan itu menjadi medan perang saat gerbang dunia lain dibuka di dekatnya. Ketika penyihir bintang pindah ke kota untuk mendapatkan kendali atas gerbang ini, Kota Lain lahir. Agar bisa menjadi penyihir bintang, seseorang perlu memulai latihan di usia yang sangat muda. Karena itu, sebagian besar penduduk Kota Lain adalah murid sekolah.

...Jadi ya, Yukihime berdiri disana menirukan semua itu. Lalu, dengan penampilan keren (Caranya menjadi 'berhasil') dia duduk lagi.

Itu adalah permintaan sederhana dari guru agar kelas dimulai: 'Ceritakan sesuatu yang kau ketahui tentang Perang Dunia Lain.' Namun, Yukihime benar-benar terbawa dan mencatat semua yang akan dijelaskan guru itu.

Semua orang mulai bertepuk tangan, dan sang guru menghujani dia dengan pujian. "Seharusnya aku tidak memanggilmu!"

Aku juga bertepuk tangan, hanya karena banyak yang bertepuk tangan. Terserah.

"Apa aku mendeteksi beberapa sarkasme pada tepuk tanganmu?"

"Oh tidak. Hanya mengagumi kemampuanmu, apa lagi?"

"Yah, aku selangkah di atas semua orang normal."

"Ya... Normal tidak seperti bagaimana aku menggambarkanmu. "

"...Apa yang kau lihat?

Diam, aku mengalihkan pandanganku.

Brave Chronicle - 1-1

Diposkan Oleh: setia kun

0 Komentar:

Post a Comment