14 November 2016

Kujibiki Tokushou Bab 41

Sengaja kasih ini, banyak yg copas--
http://setiakun.blogspot.com
Jangan yg lain tetap di sb translation

Bab 41 - Si Gadis Kecil Pedang Iblis


Malam.

Helen, Delfina, Io, Nana, dan Miu tegang.

Semua orang di harem-ku kental seperti susu, karena aku bercinta dengan mereka sampai seprai pun basah kuyup......tapi itu belum cukup sama sekali.

Hitungannya adalah sekitar seratus, tapi itu belum cukup sama sekali.

Aku lebih lapar dari biasanya.

Aku tahu penyebabnya.

Karena aku menggunakan kekuatanku untuk pergi ke sini dan ke sana untuk membantu Melissa, itu adalah kemunduran.

Hasilnya lelah secara fisik, dan jengkel karena pengorbanan diri yang kuat dari Melissa, itu bisa lebih kuat.

Nafsu ini memperkuat ketika terganggu.

Hasilnya, terlepas dari ditekan biasanya, itu terasa bahwa lebih mungkin untuk ditekan hari ini.

"Kalau kau melakukannya lebih dari ini, mereka akan hancur"

"Aku tahu itu"

Aku tahu semua tentang itu, dan aku benar-benar tahu bahwa stamina setiap orang berada pada batas mereka.

Aku tidak bisa membiarkan mendorong mereka lebih dari ini.

"Bagaimana kau melepaskannya melalui hal yang berbeda?"

"Hal yang berbeda?"

"Keluarkan dengan menggerakkan tubuhmu. Memukul sesuatu atau berjalan dengan segenap kekuatanmu, sesuatu seperti itu"

Begitu ya, melepaskannya melalui olahraga.

Mungkin itu juga salah satu cara.

Itu membosankan, tapi aku memutuskan untuk mencobanya.

Setelah menutupi semuanya dengan seprai, aku memegang Eleanor dan warp.

Dimana aku datang, adalah sebuah gunung berbatu. Setelah berjalan beberapa saat, aku melihat Orycuto.

Si monster batu melihatku, dan mundur dengan pelan

"Sepertinya ia takut"

Ini salahku, tapi aku tidak akan membiarkanmu melarikan diri.

Aku membuat sikap dengan Eleanor, dan menebas Orycuto.

Aku menghancurkannya menjadi potongan-potongan.

Begitu pulih, aku menghancurkannya menjadi potongan-potongan. Tidak membiarkannya untuk lari selain pertama kalinya, aku terus menghancurkannya menjadi potongan-potongan.

Panas tubuhku, menumpasku.

Melalui Eleanor, aku menebas ke arah Orycuto.

"N......"

"Apa itu"

"Entah bagaimana.....ini aneh"

"Aneh?"

"Kekuatan yang berbeda dari biasanya mengalir ke dalam diriku. Ini anehnya panas"

"Apa itu sesuatu yang buruk?"

"Tidak ada masalah, tapi......"

"Kalau 'gitu, tahan"

Aku mengatakan itu, dan mengayunkan Eleanor terus menerus.

Saat tengah melakukan itu, suara aneh keluar di kepalaku, tapi aku mengabaikannya.

Lagipula, aku mengeluarkannya secara berurutan terhadap Orycuto.

Itu sekitar lima jam. Setelah menghancurkannya terus menerus sampai subuh, aku akhirnya menahan, dan warp ke mansion, memasuki ruang kosong, dan runtuh ke tempat tidur sendirian.

Mungkin karena aku bisa melepaskan semua itu, aku bisa tidur dengan nyaman.



Ketika aku bangun, seorang gadis kecil itu mengganjalku.

Itu adalah seorang gadis kecil yang imut hendak TK, ia mengganjalku yang sedang tidur terlentang, menatapku sangat seksama.

Aku pikir itu adalah mimpi.

Tapi aku bisa merasakan berat badannya, dan perasaan tempat tidur yang mana aku berbaring itu nyata.

"Kau, siapa kau?"

"Otou-san"

"Maaf, tapi aku tidak bisa melihatmu sebagai manusia"

"Tidak"

Gadis kecil menunjukku.

"Otou-san. Otou-san 'ku"

"Apa kau bicara tentangku?"

"Un!"

Tidak mungikin, pikirku.

Memang benar bahwa aku melakukan hal-hal yang dapat membuat seorang anak, berapa kali aku lakukan itu konyol, tapi belum satu bulan sejak aku mulai melakukan hal itu.

Tidak mungkin bahwa seorang anak bisa dibuat, selain itu, di depanku tampak sekitar 3-4 tahun, seorang gadis kecil yang sekitaran TK.

Tidak ada yang meragukan itu bukan anakku.

Tapi dia imut, bagaimanapun, dia sangat imut.

Dia begitu imut sampai aku mungkin akan melihat kembali apakah aku melihatnya di dalam kota.

Ini mungkin sebuah permainan, jadi aku pikir aku bisa bermain-main sebentar.

"Namamu?"

"Aku masih tidak punya, namai aku, Otou-san"

"Aku mengerti. Dan, dari mana kau berasal?"

"Di dalam Otou-san"

Sungguh cara eksplisit untuk mengatakan itu, yah itu mungkin benar.

"Lalu, di mana Okaa-san 'mu?"

"Sana"

Gadis kecil menunjuk lurus. Tidak ada orang yang ia tunjuk.

Secara khusus, tidak ada manusia, itu lebih benar.

Ada, Pedang Iblis Eleanor.

Gadis kecil itu menunjuk lurus pada Eleanor.

"Okaa-san"

"Itu pedang, tahu"

"Un, aku tahu. Karena, aku juga pedang"

"Eh?"

Tidak memikirkan aku yang terkejut, gadis kecil itu pergi dariku.

Dan "NNNNNNN" membuat pose seolah-olah untuk mengisi kekuatan dengan memegang tinjunya.

Segera setelah itu, perubahan terjadi.

Tubuh gadis kecil itu diselimuti oleh cahaya gelap.

Ketika cahaya menghilang, pedang pendek ada di sana.

Kalau aku mengatakan itu dengan beberapa kata, itu adalah versi miniatur dari Eleanor.

Seolah-olah Eleanor diperkecil!



Gadis kecil itu kembali ke bentuk manusia, dan Eleanor.

Dua orang......keduanya bukan manusia...... di depan mereka, aku memegang kepalaku.

"Artinya, aku ayah, dan Eleanor adalah ibu huh"

"Un!"

Gadis kecil itu mengangguk. Sial, sangat imut.

"......Aku akan menerima bahwa Eleanor adalah ibu. Maksudku, itu lebih sulit dikatakan bahwa tidak benar setelah melihat itu"

Bagaimanapun, penampilannya hampir sama dalam ukuran miniatur.

"Dan, apa yang terjadi dengan ini"

"B-Bagaimana aku tahu!"

Eleanor sangat panik. Yang berarti, itu juga tak terduga baginya.

"B-Bagamanapun, sesuatu untuk seorang anak dilahirkan. Aku belum pernah melakukan apapun ーーah!"

Kata-katanya berhenti. Sepertinya dia punya sesuatu di pikirannya.

"Semalam"

"Semalam"

"Karena kau menggunakanku untuk melepaskannya......"

"Itu ya. Tapi, aku telah bertempur menggunakanmu selalu, kan? Kenapa sekarang"

"Apa kemarin spesial, atau diatur sampai sekarang"

"......"

Aku tidak bisa mengatakan apa-apa.

Karena kalau aku diberitahu salah satu dari mereka, aku mungkin akan percaya.

Memang benar bahwa aku melepaskan nafsuku yang meningkat dan kemarahan kemarin, dan berpikir bahwa Eleanor bukan manusia, dan mengatakan itu diatur sampai sekarang, aku mungkin akan berpikir seperti itu.

"Apa itu benar?"

"Otou-san.....apa kau membenciku?"


Dia bertanya padaku saat melirik ke atas.

Aku mengumpat.



Aku datang di sore hari di pegunungan berbatu.

Orycuto yang kulihat langsung mundur dengan kecepatan lebih cepat dari kemarin.

Aku merasa tak enak, dua hari berturut-turut, tapi......harap pengorbanan untuk ibu dan anak berkumpul.

"Kemudian, ayo mulai"

"U-Umu"

"Un!"

Suara di kepalaku menjadi stereo.

Eleanor di satu tangan, dan dia yang lain.

Aku menahan mereka dengan kedua tanganku.

Eleanor di tangan kananku, dan putriku di sebelah kiri.

Ukuran mereka berbeda, jadi rasanya seperti memegang ganda dengan Kodachi.

Aku menahan Orycuto, dan menebasnya.

Itu tidak diragukan lagi putri Eleanor, dan......tidak diragukan lagi putriku.

Perasaan memotong Orycuto hampir sama dengan Eleanor, dan dia cocok di tanganku lebih dari Eleanor.

Itu bukan alasan, aku tidak tahu bagaimana ini terjadi.

Tapi, aku sekarang yakin bahwa dia adalah putriku.

Tidak perlu untuk melakukan lebih dari ini, jadi aku warp kembali ke taman mansion.

Dan di sana, dia kembali dalam bentuk manusia.

"Bagaimana, Otou-san"

"Iya, aku akan percaya. Kau putriku"

Aku jatuh berlutut, dan menepuk kepalanya.

"Ehehe" ia tertawa manis.

Sial, dia sangat imut, nomor satu di dunia?

Aku terus menepuknya.

"Otou-san"

"Un, apa?"

Bahkan aku tahu bahwa suaraku jadi stereo.

"Dan Okaa-san juga"

"A-Apa?"

Eleanor sepertinya dia masih bingung.

"Namaku, aku akan senang kalau kalian menamaiku"

"Betul!"

"Umu"

Aku menatap Eleanor. Kalau aku benar, dia bilang sebelumnya bahwa dia masih belum punya nama.

Aku tahu itu, itu anakku, aku harus memberinya nama.

Aku menatap Eleanor, dan berkata.

"Hikari"

"Hikari?"

"Benar, Hikari"

Eleanor, dan Hikari.

Nama itu keluar langsung.

"Apa itu tidak apa-apa"

Aku bertanya pada Eleanor.

"......aku tidak keberatan"

Itu suara yang lebih patuh daripada biasanya.

Dia berulang kali menggumamkan nama itu, dan akhirnya, dia mengangguk.

"Un! Aku Hikari!"

Senyum itu......sialan, itu nomor satu di dunia.
Kujibiki Tokushou Bab 41

Diposkan Oleh: setiakun

0 Komentar:

Post a Comment