02 August 2017

Arifureta LN v1 Cerpen Bonus 5

Sengaja kasih ini, banyak yg copas--
http://setiakun.blogspot.com
Jangan yg lain tetap di sb translation

CERITA PENDEK BONUS
Permainan Para Liberator

"Flame master di 12-4 menyerang swordman di 8-6. Tombak api, serangan magis, elemen api."

"Hmm..."

Di kedalaman Labirin Orcus Agung, di dalam ruang pribadi Oscar Orcus, seorang anak lelaki tersenyum penuh kemenangan sementara gadis di sebelahnya tenggelam dalam pikiran. Suaranya menggoda. Kedua orang itu tentu saja adalah Nagumo Hajime dan Yue. Mereka berdua duduk di sofa beseberangan, dengan meja transparan diletakkan di antara keduanya. Ada papan metalik persegi di atas meja, dan sekitar 64 bidak diletakkan di berbagai bagiannya. Mereka menikmati permainan catur dunia lain sebelum tidur.

Seperti yang bisa ditebak dari jumlah bidak yang berbeda, peraturannya sedikit berbeda. Pertama, ada 256 kotak di papan. Untuk yang lain, papan tersebut dibagi menjadi berbagai medan seperti pegunungan, sungai, hutan, bukit, dataran tinggi, dan sejenisnya dan bidak-bidaknya dikategorikan sebagai pejuang magis atau fisik. Setiap bagian bisa mempelajari berbagai skill dan damage yang mereka hadapi setiap serangan bergantung pada skill dan elemen. Pemain juga harus terus melacak berbagai sumber seperti mana juga.

Aspek yang paling menarik adalah berkat beberapa alat magis, semua bidak memainkan tindakan mereka. Sekarang pun, Hajime, yang masih pemula dalam permainan ini, mengagumi bagaimana flame master-nya memicu percikan api kecil pada tentara Yue, yang kemudian berlutut dengan rasa sakit menjerit, "B-Bagaimana ini bisa terjadi!" Sebelum ambruk. Sebagai tanggapan, salah satu mage Yue bergerak sendiri untuk membawa bidak yang kalah dari papan sambil berteriak, "Jadi begitulah sisimu melakukan sesuatu, ya!?"

"Aku sudah bertanya-tanya, tapi adakah cara untuk melepaskan hal-hal seperti cutscene kecil ini?"

"...Jika kau tidak bisa melakukannya, Hajime, aku tidak berpikir ada orang yang bisa bertahan hidup. Ini mungkin pekerjaan gabungan dari semua Liberator terampil."

Itu sungguh sangat mengesankan. Sebuah skill sia-sia yang besar sekali, tapi tetap mengesankan. Kesan Hajime tentang Liberator telah sedikit berubah saat dia menemukan ini.

Setelah giliran Yue, dia mengirim knight-nya untuk menepis flame master Hajime. Knight itu membuat pertunjukan indah menusuk flame master dengan tombaknya, menghancurkannya sampai berkeping-keping. Beberapa detik kemudian, bidak-bidak yang hancur dari flame master diregenerasi dan dia berjalan sendiri dengan riang dari papan.

Saat flame master-nya hancur, Hajime sedikit tersentak. Bukan karena ia sedih kehilangan bidak, tapi karena ada satu fitur menarik lainnya yang ada di versi catur ini yang disebut Pain Trace. Masing-masing dari dua pemain itu akan mendaftarkan lokasi mereka di papan permainan sebelumnya, dan kapan pun satu pemain kehilangan bidak, mereka akan mengalami kejutan statis kecil.

"Assassin ke 13-9. Menyerang crusader musuh. Tebas, skill, kritikal meningkat."

"Nhaah."

Assassin Hajime menyelinap di belakang crusader Yue dan memenggalnya tanpa ampun. Saat kepala crusader berguling ke tanah, queen Yue berseru putus asa.

"Ksatria kesayanganku!"

Di sebelahnya, sang king menorehnya dengan nada menuduh.

"Apa? Ksatria kesayanganku? Dan apa maksudmu dengan itu, hah sayang?" Jadi, perzinahan ratu ketahuan.

Setelah beberapa giliran lagi diketahui bahwa king memiliki anak laki-laki brengsek sendiri, dan ibunya tidak lain adalah queen pihak lain. Cemburu, queen Yue berselingkuh dengan court magician-nya, tapi kemudian di kemudian hari diketahui bahwa court magician memiliki kekasih rahasia tersendiri, dan dia adalah seorang pria, dan orang itu tidak lain adalah court magician Hajime. Cinta berkembang di antara mereka, dan seluruh keluarga kerajaan terlibat. Jujur saja, rasanya lebih seperti drama daripada pertandingan catur.

"Yue, kenapa kau mengerang seperti itu setiap kali kau kehilangan bidak? Itu tidak menyakitkan, kan?"

"...Terus saja kau menyerang semua kelemahanku, Hajime."

"Pembohong. Tidak ada yang begitu... tidak, tunggu. Untuk suatu alasan hari ini, kejutan itu selalu terfokus pada—"

"Fufufu, itulah yang kulakukan. Aku menyalakan fitur yang menyelidiki alam bawah sadar pemain dan menstimulasi satu tempat yang paling mereka rasakan. Aku tahu tentang hal itu di manual pengguna. Omong-omong, kau bisa mengendalikan voltase juga, dan aku mengaturnya sampai hari ini."

Hajime tiba-tiba menggigil. Manual pengguna panjangnya 500 halaman, jadi dia tidak memiliki kesabaran untuk membaca lebih banyak. Dia tidak yakin apakah dia bisa membaca keseluruhannya, atau jika dia menemukan semua fitur yang dia inginkan secara tidak sengaja, tapi sekarang Yue memiliki keuntungan darinya.

Tapi yang benar-benar menakutkan adalah setiap kali dia kehilangan bidak, Hajime bisa merasakan permata keluarganya tergelitik. J-Jadi itulah yang dia cari. Berkat perlawanannya, guncangan itu sebagian besar telah dikurangi, tapi dengan betapa menggodanya Yue mengerang setiap kali dia kehilangan bidak, hanya masalah waktu sebelum pria kecilnya memutuskan untuk menyodok kepalanya. Tidak peduli seberapa superior pasukannya, dia tidak akan bisa menang kalau begini terus. Dengan begitu, Hajime mengangkat suaranya, sangat ingin mengakhiri ini secepat mungkin.

"Earth master ke 16-7. Serangan lurus dari 16-8 sampai 16-10. Longsoran batu, serangan magis, elemen bumi, skill lanjutan."

Dia mengorbankan kemampuannya untuk bergerak beberapa saat dengan melakukan serangan AoE (Area of Effect) ini. Saat serangan meledak, Yue mengerang sekali lagi, jatuh lemas di sofa setelah kejut akhirnya berlari. Dia sedikit berkedut, dan bagian hitamnya sedikit terangkat untuk membuka kakinya yang telanjang.

"Maaf, Yue, tapi aku memenangkan yang ini. Aku tidak boleh kalah kalau martabatku sebagai seorang pria dipertaruhkan."

"...Mmm, jadi akhirnya kau mendatangiku dengan serius."

Butiran keringat terbentuk di dahi Yue dan pipinya sedikit memerah. Setelah berpikir sejenak, dia mengajukan sesuatu yang menarik.

"Jika kau begitu yakin dengan permainan ini, bagaimana kalau kita membuat sedikit taruhan?"

Hajime dengan penuh semangat menanyai dia untuk keterangan lebih lanjut, dan Yue mengatakan bahwa pemenang bisa mengajukan permintaan yang mereka inginkan dari yang kalah. Rupanya permintaan Yue yaitu mereka memakai pakaian yang sama suatu hari setelah mereka berhasil kembali ke permukaan.

Sementara tentara mini di bawah berteriak-teriak ancaman pembunuhan satu sama lain dan melakukan perang dengan kekerasan untuk bertahan hidup, Hajime dan Yue sedang mendiskusikan kencan mereka yang berikutnya. Rasanya benar-benar tidak nyata. Ini juga benar-benar mematahkan ketegangan. Sementara itu, Hajime tidak ingin melakukan sesuatu yang begitu memalukan, jadi dia melakukan langkah berani.

"Queen ke 14-5! Aktifkan kemampuan khusus queen, berkat penguasa!"

Dia mempertaruhkan bidak terkuatnya ke dalam garis api agar semua bidak di dekatnya bisa melakukan serangan serentak yang terkoordinasi. Semua unitnya dalam sejumlah ubin mulai menyerang sekaligus! Anak haram king tewas dalam pertempuran! King Yue dan queen Hajime sama-sama meratapi kehilangannya, tapi pertempuran masih terus berlanjut! Dan terakhir, erangan Yue semakin keras dari sebelumnya!

Pertempuran itu akhirnya menjadi titik balik permainan, dan akhirnya Yue dikalahkan. Kisah cinta king Yue dan queen Hajime berlanjut, dan akhirnya mereka saling menepati pedang mereka. Akhirnya, king Hajime, yang tidak mengucapkan sepatah kata pun selama seluruh pertandingan, menyatakan kemenangan timnya dan permainan sudah berakhir.

Hajime menarik napas lega, senang dia tidak akan mempermalukan dirinya di permukaan lagi. Tapi karena Yue cemberut, akhirnya dia juga berkompromi dan setuju untuk memakai satu pakaian yang dia minta darinya, memperbaiki suasana hatinya seketika. Jadi inilah yang mereka maksud saat mereka mengatakan bahwa kau telah memenangkan pertarungan, namun kalah dalam perang.

Seperti biasa, Hajime tidak akan bisa menang melawan Yue.
Arifureta LN v1 Cerpen Bonus 5

Diposkan Oleh: setia kun

0 Komentar:

Post a Comment