30 November 2016

Kujibiki Tokushou Bab 51

Sengaja kasih ini, banyak yg copas--
http://setiakun.blogspot.com
Jangan yg lain tetap di sb translation

Bab 51 - Kakeru Datang


"Apakah ini, diurus oleh seseorang?"

Melihat padang rumput menyebar, Ratu, Rika bertanya.

"Diurus?"

"Disini banyak tanaman, itu tidak mungkin tanpa banyak tukang kebun"

"......Ini, tumbuh tanpa diurus lho"

"Ehh?"

Rika menatapku dan padang rumput secara bergantian. Dia memiliki wajah yang dia tidak bisa percaya.

"Tidak ada tukang kebun?"

"Padang rumput yang dibuat sendirinya tahu"

"Tidak mungkin……"

"......Hei, bisa aku menanyakan sesuatu. Sebagai contohnya. Ketika seseorang lapar, apa yang kau pikirkan kalau kau mendengar bahwa dia akan mati kelaparan karena tidak ada roti?"

"Eh? Haruskah mereka tidak hanya makan daging?"

"......"

Aku entah bagaimana mengasihani Rika.

Kalau aku berbicara dengannya tanpa mengetahui apa-apa, aku mungkin sudah menunjukkan, "Boneka!".

Tapi, setelah aku tahu bahwa sudah bertahun-tahun dia meninggalkan istana, dan ini adalah pertama kalinya bahwa dia meninggalkan ibukota, aku tidak bisa menunjukkan itu.

Sebaliknya, aku kasihan pada Rika yang terpaksa berada di lingkungan seperti itu, dan hanya bisa memikirkan hal seperti itu.

Rika merasakan sesuatu yang aneh dari reaksiku, tapi dia segera mulai berjalan-jalan lagi.

"Ne~, apa itu?"

"Un? Ahh, itulah yang kau sebut sapi gunung"

"Sapi gunung?! Sapi gunung adalah blok daging ーー tidak ya. Itu benar...... ada juga penampilan asli untuk daging"

Sementara dia hendak mengatakan itu, Rika melihat bahwa keyakinannya salah.

Aku yakin bahwa dia hanya bisa melihat daging setelah itu diproses, mungkin, dia hanya melihatnya setelah itu dimasak.

Menyadari itu, dia jadi malu dengan kesalahannya.

Wajahnya yang memerah itu sangat lucu. Aku bisa melihatnya lucu bahkan dengan dia mengenakan gaun cantik.

"Kau melihat sapi gunung untuk pertama kalinya ya"

"Un, ini adalah pertama kalinya. Mereka punya wajah cukup lucu ya"

"Lucu apanya? Itu hanya terlihat seperti binatang ganas"

"Ah! Ia lari"

"Sapi-sapi gunung di sekitar sini takut padaku. Aku memburu terlalu banyak sih"

"Memburu banyak, katamu, Kakeru lakukan?"

"Iya"

"Meskipun itu besar?"

"Tunggu sebentar"

Aku mengambil Eleanor dan Hikari, mengejar sapi gunung, dan dikalahkan dengan satu serangan.

Sapi gunung runtuh dengan darah menyembur dari lukanya. Aku meninggalkan dan kembali ke tempat Rica berada, tapi Rika menutupi matanya.

"Ada apa?"

"D-Darah ......"

"Ahh, kau juga melihat darah untuk pertama kalinya ya"

Yah, itulah yang terjadi. Dia mungkin sudah bisa melihatnya dari luka kecil, tapi itu wajar bahwa ia tidak melihat adegan berburu karena dia tidak meninggalkan kota.

Sebaliknya, itu menakjubkan bahwa dia tidak kehilangan kesadaran atau sesuatu.

"Tapi, menakjubkan...... binatang itu huh"

"Yah begitulah"

"Aku sudah melawan naga dan Orycuto juga. Itu lebih sulit"

"Naga? Orycuto?"

Rika memiringkan kepalanya.

Aku memikirkan hal itu sebentar.

Rika yang seperti marionette.

Rika yang segera memperbaiki keyakinannya dari potongan daging.

Rika yang memiliki mata berbinar melihat padang rumput dan sapi gunung.

Baginya yang seperti itu, aku ingin menunjukkan banyak hal.

"Mari kita lihat sekitar dengan hal-hal yang lebih berbeda"

"ー ー un!"

Menggunakan Warp, aku membawanya ke sini dan ke sana.

Aku membawanya ke tempat-tempat yang aku datangi sebelumnya.

Rika memiliki mata berbinar dengan setiap waktu, dan sangat bersemangat.

Dia tampak seperti Hikari.

Dia sangat mirip dengan Hikari yang adalah anak kecil, baru lahir dan tidak tahu tentang apa-apa, dan berkeliling karena semuanya terasa segar.

Karena ia jujur saja sempat kaget dan senang setiap waktu, jadi aku ingin menunjukkan lebih banyak hal.

Deraan seperti anak yang tidak bersalah, dia secara bertahap tenang saat matahari terbenam.

Dan pada saat ketika matahari telah benar-benar terbenam, Rika kembali ke wajahnya Ratu ketika kami pertama kali bertemu.

Dia kembali ke wajahnya dengan emosi yang buruk. Rasanya seperti sihir Cinderella memudar.

"Sudah saatnya aku harus kembali"

Aku menyarankan.

"Hei, apa jadwal besokmu?"

"Eh?"

"Kalau ada waktu saat kau akan seperti hari ini, aku akan datang dan menjemputmu lagi, dan menunjukkan banyak hal"

"Sungguh?!"

Mata Rika berbinar sekali lagi.

Sihir itu dilepaskan.



Keesokan harinya, aku duduk di atas takhta dan mendengar laporan dari Oros.

Ini adalah laporan yang biasa.

Kerajaan ini damai, dan tidak ada masalah di dunia.

"Ini adalah bukti bahwa kekuatan Ratu terpelihara dengan baik"

Oros selesai dengan itu.

Dengan laporan yang sama persis kemarin.

Tiba-tiba, aku teringat sesuatu.

Pertanyaannya, Kakeru bertanya kemarin.

"Oros"

"Ha! Ada apa Yang Mulia"

"Kelaparan, ada orang yang akan mati kelaparan karena tidak ada roti untuk makan, apa yang kau pikirkan orang itu harus lakukan?"

"Sebuah pertanyaan bodoh, Yang Mulia"

Oros menjawab segera. Membuat senyum yang sangat lebar.

"Mereka hanya harus makan daging. Atau bahkan kue akan cukup. Makanan bukan hanya roti saja"

Itu benar, kau hanya harus makan daging kalau tidak ada roti kan.

Tapi, Kakeru membuat wajah yang sangat aneh ketika ia bertanya kemarin.

Berlawanan dengan itu, ia tersenyum ramah ketika ia mendengar tentang sapi gunung.

Yang lain mengecam, dan yang lain merasa seperti aku dipuji.

Kenapa? Kenapa ia mencela jawaban ini?

Sudah kupikirkan.

Kalau tidak ada roti yang tersisa untuk makan, apakah salah untuk makan daging?

Memikirkan hal itu, aku melihat sesuatu

"Oros?"

"Iya, Yang Mulia"

"Roti dan daging, mana yang lebih mahal?"

"……Yang Mulia"

Ekspresi Oros berubah. Senyumnya menghilang, dan memelototiku dengan wajah yang menyeramkan.

"Yang Mulia Ratu Kerajaan Calamba. Daripada hal-hal sepele seperti lebih mahalan antara roti dan daging, kita akan terganggu jika Anda tidak melihat hal-hal yang lebih luas"

"Daging lebih mahal ya"

Oros bingung. Aku mengerti dengan hanya itu.

Mana yang lebih mahal antara roti dan daging, dan apa yang Kakeru ingin tanyakan.

"Yang Mulia"

Oros semakin memelototiku.

"Saya yang sekarang, mengatakan bahwa Anda tidak harus peduli tentang hal-hal sepele seperti itu"

"Tapi ー ー"

"Yang Mulia!"

"Hii!"

Oros mengambil langkah maju.

Aku tahu wajah itu, adalah wajah yang sama ketika ia pergi ke kakakku, tempat Pangeran Mahkota Kyuros-niisama sebelumnya.

Ekspresi itu, mengerikan.

Aku meningkatkan jeritan.

"Aku tidak tahu siapa yang mengatakan hal-hal seperti itu, tapi seorang Raja, tidak perlu khawatir tentang hal-hal sepele seperti itu. Memang benar bahwa roti lebih murah daripada daging. Tapi, itu tidak masalah"

"Tapi"

"Yang Mulia!"

"ー ー !!"

Dia menakutkan, aku tidak bisa mengatakan apa-apa.

Oros terlalu menakutkan, aku tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.

"Apa kau mengerti"

"U-Un......"

"Baik"

Oros tersenyum melihat itu, aku merasa lega.

"Seperti yang diharapkan dari Yang Mulia, itu sangat baik bahwa Anda memahami sangat cepat. Nah baik, dengan kebijaksanaan itu, kami Kerajaan Calamba akan terus berkembang"

"I-Itu benar ......"

"Silahkan terus menjadi seperti itu. Silahkan tunggu takhta yang berani, dan memimpin kerajaan kita. Jika demikian, Yang Mulia akan disebut sebagai penguasa yang bijaksana dalam generasi mendatang"

Kata Oros.

Aku lega, dan berpikir itu mungkin benar.

Tapi..... itu.....

Apakah itu sungguh baik-baik saja dengan itu?

U~un, itu salah.

Seharusnya jangan mengatakan bahwa daging harus dimakan kalau tidak ada roti.

Sapi gunung tidak lahir sebagai sepotong daging.

Aku juga...... tidak bisa meninggalkannya seperti ini.

"Oro ー ー"

"Aku akan memberitahu Anda sekali lagi. Mohon beranilah"

"......Un"

Aku tidak bisa melawan dia. Oros begitu menakutkan, aku tidak bisa melawan dia.

Ini tidak, baik...... tapi, apa yang harus kulakukan.

Apa yang harus kulakukan.

Apa yang harus kulakukan...... apa yang harus kulakukan.

ー ー Kakeru.

"Memuji setelah mengintimidasi, itu seperti cuci otak ya"

Aku mendengar suara. Itu suara tercengang.

"Kakeru!!"

Kakeru yang berdiri di pintu masuk aula pertemuan tanpa diketahui.

Dia tampak seperti, seorang penyelamat.
Kujibiki Tokushou Bab 51

Diposkan Oleh: setiakun

0 Komentar:

Post a Comment