11 July 2017

Reunion v1 Bab 4

Sengaja kasih ini, banyak yg copas--
http://setiakun.blogspot.com
Jangan yg lain tetap di sb translation

Bab 4 – Dewi yang Tidur Dibawah Tanah

Bagian 1

Penjara Ibukota Imperial ke-1.

Penjara yang ditutup oleh dinding tinggi diluar, itu fasilitas penjara yang dikendalikan langsung oleh Militer Kekaisaran. Di dalam penjara di dalam negeri, ketat dalam hal keamanan; itu sebuah tempat yang mengamankan penjahat kelas satu seperti pembunuh massal, pemimpin teroris yang berencana untuk menjatuhkan negeri, dan sebagainya.

Setiap bagian dari dinding luar ditimbun oleh logam yang Arwah benci disebut [Ginite Alloy], membuat Arwah menghindari penjara dan teknologi Arwah yang sangat terbatas.

"Kejahatan yang disebabkan oleh praktisi Arwah telah meningkat. Kalau bisa aku ingin semua penjara negara menempatkan Ginite alloy ke dalam praktek tapi..............biayanya terlalu membebani. Karena semua penjahat gila menetap disini."

Di dalam penjara.

Dipandu oleh Laila, Tooi dan Alua berjalan menyusuri koridor kotor.

Penjara ini benar-benar tertutup dari masyarakat, dan bahkan keluarga para penjahat tidak diperbolehkan untuk menjenguk kecuali mereka menjalani segunung dokumen akan tetapi, mereka dengan mudah diizinkan untuk menemani karena kata-kata Jendral Laila. Ini mungkin apa yang dimaksud "Sebuah suara penguasa selalu benar".

"Jadi Ginite alloy masih sumber daya kelas tinggi. Kupikir itu akan banyak didistribusikan setelah 10 tahun berlalu."

"Keterampilan penyulingan memang sedang dikembangkan tapi, harga bahan bijih meningkat di mana-mana. Etherium sangat buruk. Hanya satu yang bisa muat di antara jariku memiliki nilai sama dengan membeli seluruh istana."

*Siuh~~* Tooi bersiul.

Etherium adalah alloy khusus yang dibuat dari pemampatan Ether berkualitas tinggi.

Melihat harga masa lalu, itu sesuatu yang sangat berharga yang dapat disebut barang legendaris.

[Alloy Tuhan] [Batu Bertuah] [Air Mata Arwah] [Artefak Suci Dewi], banyak nama yang ada untuk menggambarkannya.

Ini adalah logam dengan atribut suci terkonsentrasi tinggi dan memiliki tingkat kompatibilitas yang sangat tinggi dengan Arwah.

Dalam istilah sederhana, itu adalah logam yang paling dekat dengan Arwah di dunia ini.

"Ngomong-ngomong, apa teknik penyulingan Etherium dibentuk?"

"Tidak sama sekali."

Alua menjawab pertanyaan itu.

"Tidak hanya tingkat produksi sangat kecil, jika manusia menyentuhnya sedikit saja, semua atribut suci alloy akan hilang. Peneliti dan praktisi Arwah menelitinya tapi........tidak ada kemajuan penting selama hampir 100 tahun."

Sangat bagus untuk menggunakan senjata yang terbuat dari Etherium sebagai media [Ray Alma]; itulah yang terbaik tapi----masalahnya saat ini adalah bahwa itu adalah angan-angan mustahil.

Menolak tangan manusia, Etherium tidak bisa diproses. Namun, karena sebagian besar ditambang seukuran pasir besi, lebih baik untuk menyerah.

Karena itu, ketika [Senjata Etherium] disebutkan dalam negeri, itu lebih baik disebut sebagai senjata fantasi atau mungkin teori tak praktis di atas meja.

"Sebilah pedang Etherium saat ini legendaris-----tidak, itu fantasi biasa, Tooi .............Oopps, sudah sampai."

Mereka bertiga berjalan lebih jauh ke penjara.

Segera----mereka mencapai lantai terendah. Mereka melewati pintu dengan [Tidak ada akses] yang tertulis dengan kunci yang diterima dari personil sana dan menuruni kursi yang ada di dalam.

Apa yang mereka lihat adalah jalan panjang. Karena tak ada jendela sama sekali, rasanya agak terbebani. Lampu Ether ditimbun ke langit-langit yang menuangkan cahaya dingin sembari mereka melewati setiap orang.

"...........Apa Shii di dalam sini?"

Setelah Tooi bertanya, Laila menarik dagunya.

"Ada perlakuan penjara VIP khusus di lantai terendah. La Shii Fomalhaut berada di sini dengan sendirinya diperlakukan sebagai informasi rahasia khusus. Hanya petinggi Militer dan bagian dari personil sini yang tahu. Bahkan Alua yang tinggal dalam gelap hingga saat ini."

"Un ............jujur, aku masih tidak percaya. Ada seorang Dewi disini........"

Alua membuat ekspresi setengah ragu.

"Penjara ke-1 ini, tentunya penjara terbesar di Kekaisaran...........tapi, kupikir tidak mungkin untuk memenjarakan Dewi berapapun juga.......toh, bagaimana kamu menangkap dia? Ini aneh untukku tidak tahu apakah 1000 tentara bergerak.........."

"Kamu akan mengerti setelah kamu melihatnya. Tooi mungkin memiliki ide kenapa, kan?"

"...........Ahh, baiklah."

Tooi mengangguk dengan wajah seolah-olah ia menekan wajah asam.

Pertama, mungkin mustahil untuk menghubungkan penjara dan Dewi yang bernama di dalam 12 Dewi(Nebulosa). Pikiran bahwa kurungan buatan manusia mampu menahan seorang Dewi, salah dengan sendirinya.

(Tapi, hal itu berubah saat mengenai Shii............)

Hukuman penjara, dan melarikan diri. Kemungkinan besar, melampaui tingkat itu.

Mereka bertiga berjalan menyusuri jalan.

Setelah berjalan menyusuri jalan yang lurus, mereka akhirnya mencapai bagian terdalam dari penjara.

"Apa?"

Pertama, Alua berteriak kaget. Tooi terkejut juga, tapi, karena ia memiliki pengetahuan tentang kepribadian Dewi itu, kekagetannya lebih rendah daripada Alua.

Penjara bawah tanah di depan mereka------bukanlah tempat yang pantas disebut penjara.

Meskipun ada sel tebal terlihat di sana, interiornya berhak mendapat kata [Kompleks].

Ada banyak boneka berbentuk seperti anjing dan beruang dan mulai daro besar dan kecil. Papan catur, sugoroku, gasing, kartu remi, anak panah dan mainan lainnya yang seperti itu. Buku dan gambar yang tak terhitung jumlahnya.

Lagi pula, ada banyak hal dan, di atas itu, semuanya tidak disimpan rapi dan teratur. Semua boneka yang terdorong ke salah satu sudut. Karena buku yang ditumpuk jadi masih baik-baik saja tapi, sebagian besar di lantai selagi setengah terbuka. Bidak Catur dan Sugoroku berakhir di luar sel.

"Apa seluruh sel penjara di negara seperti ini?"

"Kubilang itu perlakuan VIP khusus."

Laila lelah menjawab obrolan Tooi.

Pada saat itu------ada gerakan di dalam sel penjara.

Itu bukan tempat tidur lusuh dan keras yang dibayangkan ketika ditanya tentang penjara dan sebaliknya, ada alat tidur mewah yang tidak kalah dengan tempat tidur dimana saat ini Tooi tidur di rumah Schut.

Di atas tempat tidur yang nyaman, tampak selimut mahal yang digulung-------mulai bergoyang-goyang.

Dan setelah keseluruhan, benjolan selimut terus bergoyang-goyang tapi, tidak ada tindakan lain selain itu. Setelah bebas dari mati rasanya, Tooi mengeluarkan suaranya.

"Shii! Ini aku. Tooi."

Selimutnya berhenti saat ia melakukan itu. Orang yang di dalam kemudian perlahan-lahan menunjukkan wajahnya seakan tulip sedang mekar.

"...........Hnaaa~~ "

Sebuah suara muda dan lucu muncul, entah itu menguap atau tidak karena mustahil untuk dibedakan.

Orang yang muncul dari dalam selimut----adalah seorang gadis muda mengenakan baju kaos.

Dia memiliki tinggi 10 tahun. Dia juga berambut pirang bersinar tapi, rambut tidur runcing bisa dilihat di seluruh kepalanya. Wajahnya sangat imut tapi, dia berkedip berulang kali dan menguap. Dia tampak benar-benar mengantuk.

Kata [Ruang & Waktu] ditulis sebagian besar dengan ilmu kebudayaan Cina-----ilmu kebudayaan Cina digunakan di Jepang modern pada kaos longgar yang benar-benar tidak seukuran dengan tubuh.

"Hn~~, Ahh~~ ............ .ah~~"

Setelah melihat ke arahnya sambil menggaruk matanya, si gadis muda menunjukkan sedikit terkejut dan kebahagiaan pada ekspresi tampak mengantuk sepanjang waktu.

"Too-kun. Lama nggak ketemu~~"

*niheraa* mulutnya melemas dan tersenyum.

"Lama tidak bertemu, Shii."

"Un~~, Err~~, Sudah 3 hari?"

"Rupanya sudah 10 tahun. Dengan sudut pandangmu sekalipun."

"Heh~~ Begitu ya~~"

Dia membalas dengan jawaban yang tak berguna dengan nada yang sangat santai.

"........kamu tidak berubah ya."

"Toh, Aku adalah aku~~. Hnaaa~~"

Dia kemudian menguap unik lagi.

Dewi terkuat dari 12 Dewi(Nebulosa) terlihat mengantuk hari ini juga.



10 tahun yang lalu.

Hal ini terjadi tepat setelah [Raja Iblis] musnah.

Pada istilah pro-forma, 12 Dewi(Nebulosa) berafiliasi dengan Kekaisaran sebagai Dewi kontrak Tooi Cross, memutus hubungan mereka dengan Kekaisaran saat yang sama mereka kehilangan tuannya, dan tersebar di benua.

Namun, dalam diri mereka-----Dewi [Ruang & Waktu], La Shii Fomalhaut adalah satu-satunya yang------mendapat kontak dengan Militer Kekaisaran dan menempatkan kesepakatan tertentu.


"Kalau kalian mengurusku maka aku dengan tenang akan membiarkan diriku tertangkap~~"

Daripada kesepakatan, mungkin akan lebih dari ancaman.

Jika mereka tidak mendengarkan, mereka tidak tahu apa yang akan terjadi pada mereka.

Setelah mengucapkan itu ------- setelah mereka mematuhinya lalu mereka tidak tahu apa yang akan ia minta.

Keluarga Imperial dan petinggi sedang terpecah pendapat tentang mengurus La Shii tetapi,

"Kalian bisa menolak kalau kalian mau lho~~. Ketika itu terjadi, aku akan meminta negara-negara lain."

Setelah La Shii mengeluarkan jawaban riang, argumennya mencapai kesimpulan.

Jika mereka harus menyerahkan kekuatan besar yang dikenal sebagai Dewi maka, lebih baik untuk membiarkan dia di sini di negara mereka berapapun harga yang mereka harus bayar. Setelah berpikir begitu, Kekaisaran memberinya kondisi yang terbatas di bawah tanah sebagai imbalannya, mereka akan menerima semua permintaan La Shii Fomalhaut.

Tidak peduli betapa gilanya permintaan itu mungkin, semua orang sangat ketakutan tapi-------setelah penutupnya terbuka, permintaan La Shii sampaikan tugas-tugas sederhana antiklimaks semua.

Hal-hal seperti membeli mainan, buku dan permen panggang di kota. Tempat tidur dan selimut yang dia minta pertama adalah satu-satunya kualitas tinggi tetapi, semua yang lain adalah barang-barang yang dapat dibeli dengan uang saku anak.

Dia akan tidur sepanjang hari dan sesekali ketika dia bangun seakan teringat sesuatu, ia akan meminta mainan dan permen panggang pada kemauan sebelum kembali malas.

Sekitar 10 tahun pada waktunya, La Shii Fomalhaut tinggal di penjara bawah tanah tanpa melakukan apa-apa.



Saat dia mendengar keseluruhan cerita dari Laila,

(Itu sama seperti Shii)

Pikir Tooi.

Jika mengenai kekuatan murni, La Shii Fomalhaut adalah di top bahkan di 12 Dewi(Nebulosa). Dengan ruang dan waktu di bawah kendalinya, dia adalah pemilik dengan kekuatan yang dapat memisahkan diri dari orang lain.

Tapi, ada satu masalah.

Dan itulah-----dia seorang pemalas.

La Shii Fomalhaut memiliki kepribadian malas yang sangat serius sampai-sampai menakutkan.

Semuanya merepotkan baginya, setiap peristiwa menjengkelkan baginya. Waktu tidurnya sangat lama dari waktu ketika dia terjaga-----dan yang lebih penting, dia tidak bergerak.

Walaupun memiliki kekuatan yang luar biasa yang tidak ada orang lain punya, dia tidak akan menggunakannya dengan mengucapkan bahwa itu [Menyusahkan].

Ini sangat serius bahwa ia membentuk [Perangkat Dewi(Deus Alma)] dengan Tooi hanya sekali.

"......... Hnaa~~"

Shii membuka mulutnya dengan lebar selama membuka dan menguap besar.

Dia berdiri di tempat tidur dan mencoba meregangkan lengannya tapi..........karena dia saat ini telanjang dengan hanya memakai baju kaos, itu pose yang cukup berbahaya dengan banyak cara.

"Shii. Itu kelihatan."

".............Oo~~. Bahaya, baha~~ya"

Sementara mengucapkan itu dengan nada riang, Shii menekan ujung bajunya.

Penampilan dan pakaian Dewi atau Arwah peringkat tinggi ditentukan oleh kehendak si pemakai. Pada dasarnya, mereka akan memakai pakaian atau armor sesuai dengan kepribadian atau atribut mereka; banyak dari mereka memiliki penampilan mistis dan juga menakjubkan tapi---- dalam kasus Shii, ia akan menunjukkan kaos saja karena dia beralasan bahwa itu [Menyusahkan].

Ini berbahaya dalam 2 cara.

Dalam hal pertahanan dan dalam tingkat paparan.

"Hnn~~, Ah~~, kita sepertinya selalu telanjang didasarkan pada bagaimana kamu memikirkannya~~. Hanya saja pakaian yang dibuat berdasarkan suasana hati kita sih. Jadi kukira tidak perlu malu~~"

"Malulah sedikit. Itu akan meningkatkan daya tarik perempuanmu."

"Hnn. Kalau Too-kun mengucapkan itu aku akan melakukannya~~"

"............Kata [Ruang & Waktu] ada di bajumu seperti biasa ya."

"Un~~. Ini kata-kataku yang Too-kun ajari padaku~~. Keren kan~~?"

Itu tidak keren sama sekali..........sebaliknya jujur saja, itu lemah pada apa yang dia pikir tapi karena dia terlihat puas, Tooi tidak mengucapkan apa-apa. Itu mungkin sebagaimana orang asing memakai kata tato tanpa mengetahui apa artinya.

"Yah~~, untuk saat ini, selamat datang kembali~~, Too-kun. Kamu datang lagi ya. Apa kamu menikmati duniamu?"

"Jadi begitu. Aku melihat bahwa kamu sepenuhnya menikmati hidupmu di bawah tanah."

"Un~~, Itu karena Laila-chin telah merawatku dengan baik. Oo~~Lama nggak ketemu Laila-chin...... Un? A-re-re~~?"

La Shii memiringkan kepalanya.

Matanya yang setengah terbuka sedang melihat ke arah Laila----tidak, ke arah Alua.

"..........Laila-chin, kamu berhenti memakai kacamata~~? Rambutmu jadi lebih pendek.........dan, payudaramu berubah super kecil?"

"Itu adikku Alua."

"Shii. Aku sudah melakukan lelucon itu."

"............Uwaaan~"

Laila menunjukkan hal itu, Tooi membalas dia, dan Alua dalam kesedihan.

"Ah~~, aku mengerti. Laila-chin adalah orang dengan payudara bergoyang. Jadi, dada datar di sini adalah adik Laila-chin ya. Kali pertama bertemu denganmu~~. Mari kita bergaul dengan baik, Alua-chi~~"

"........I-iya, hai........."

Alua menunduk sementara pipinya berkedut. Dilihat oleh sisi wajahnya, dia menunjukkan kemarahan sepanjang kalimat [Itu sesuatu yang aku tidak ingin diberitahu olehmu!] tapi, dia menyadari bahwa dia berhadapan dengan seorang Dewi.

"Jadi~~, Too-kun, Laila-chin, dan Alua-chi. Urusan apa yang kalian miliki denganku? Hnaa~~"

La Shii duduk di tempat tidur dan mengucapkan itu sementara bercampur dengan menguap.

"Meskipun aku mengucapkan itu, aku punya cukup banyak ide~. Itu mungkin terkait dengan masalah 12 Dewi(Nebulosa) kan?"

Tooi sedikit terkejut karena dia tepat sasaran.

"Bagaimana kamu tahu? Kamu sudah tidur di sini selama 10 tahun kan?"

"Telingaku dibuat berbeda dari manusia. Hnaa~~. Aku bisa memahami keributan dari atas kalau tidurku adalah cahaya~~ "

"Maka ini membuat hal-hal lebih cepat, La Shii Fomalhaut."

Potong Laila untuk menghalau.

"Tuanmu sebelumnya Tooi-----"

"Nggak mau~~. Ini sangat merepotkan."

"......................"

"Hnaa~~Ngantuk….."

Menolak. La Shii menolaknya tanpa mendengarkan dengan baik sebelum berbaring di atas tempat tidur. Itu adalah perilaku yang benar-benar merajalela.

Tapi, Laila tidak begitu repot tentang hal itu dan dengan ringan mengangkat tangannya untuk membuat pose. Ini adalah reaksi yang menunjukkan bahwa ia memprediksi ini terjadi sampai batas tertentu.

"Maaf tapi, aku nggak mau keluar dari sini~~. Sebaliknya, aku nggak mau melakukan apa pun~~. Aku mau jadi malas setiap hari dan tidur tidur dan tidur ketika aku mau~~"

"Apa maksudmu dengan tidur tidur dan tidur? Bukannya itu seharusnya lengket lengket."

Setidaknya buatlah tidur makan dan tidur, Tooi mengucapkan itu.

La Shii tertawa [Ahaha~ benar~] seolah-olah dia tidak peduli dan sementara berguliang-guling di sekitar tempat tidur, dia membungkus dirinya dengan selimutnya.

"Bahkan Too-kun membenci hal-hal merepotkan kan~~? Abaikan saja. Menyerahlah padaku dan Dewi-Dewi lainnya."

"Memang benar bahwa aku benci masalah merepotkan......tapi, aku tidak bisa mengabaikan ini. Aku memiliki tanggung jawab untuk membiarkan kalian semua melayaniku."

"Tanggung jawab huh~~ .............Mungkin ada beberapa hal untuk berpikir tentang situasi 12 Dewi(Nebulosa) saat ini~~.Tapi, kupikir Too-kun nggak punya hak untuk mengucapkan apa-apa. Kamu mencabut kontrak kami secara sepihak dan kembali ke duniamu............"

Juga, La Shii melanjutkan.

"Kamu dalam arti tertentu bukan benar-benar tuan kita kan?"

Segera------

Mata mengantuk yang setengah terbuka-----tiba-tiba membuka dengan silau.

Mata terbuka lebar yang melepaskan tatapan melahap.

"................"

Tooi tidak mengucapkan apa-apa.

Dia terus menutup matanya dan membuat ekspresi tenang.

"Kami melayanimu? Ahaha~~itu benar-benar lucu~~. Kamu melakukan kesalahan; seharusnya menggunakan kami kan? Shrine-shrine yang kamu taklukkan adalah sekitar 5. Beraninya kamu bertindak seperti tuan kita, Too-kun?"

"......................"

Ketika Tooi diam, Alua mengangkat suara gelisahnya.

"A-apa yang dia maksud ......?"

"Sederhana."

Laila menjawab pertanyaan itu.

"Alua. Kenapa kamu pikir orang-orang berkumpul di kota?"

".............Kemarin, aku memiliki percakapan yang sama dengan Tooi Onii-chan ketika kami tiba di ibukota Imperial. Bukan berarti bahwa orang-orang berkumpul di kota, itu karena orang-orang berkumpul di sini itu karena sebuah kota..............."

"Iya. Itu benar. Ini mungkin terdengar seperti Tautologi tapi, alasan mengapa orang berkumpul pada kota ini karena orang-orang berkumpul di kota---------sama dengan itu, ini adalah alasan mengapa orang ini mampu membuat kontrak dengan 12 Dewi."

Laila berbicara lancar.

Peristiwa yang terjadi 10 tahun yang lalu di dunia ini-------karena dia sedang melakukan perjalanan di dunia ini dengan Tooi Cross sebagai rekannya, ia bisa mengucapkan ini.

"Di antara 12, hanya 3 atau 4 Dewi yang Tooi membuat kontrak melalui langkah-langkah resmi------mereka adalah Dewi yang menerima Tooi Cross sebagai tuan mereka dari dasar hati mereka. Kebanyakan dari mereka, mengambil keuntungan dari hal ini dengan membuat kontrak dengannya karena Tooi sudah menjadi Ksatria Dewi"

"Mengambil keuntungan………."

"Kamu bisa menyebutnya orang buta mengikuti di belakang kalau kamu mau. Ada nilai pada menggunakan dia-----setelah mereka melangkah pada kesempatan kemenangan; mereka memutuskan untuk meminjamkan kekuatan mereka pada Tooi."

Kesempatan kemenangan.

Pada jenis kemenangan [Apa] itu, Alua langsung tahu.

"Alasan mengapa [12 Dewi(Nebulosa)] berkumpul mengikuti Tooi Onii-chan......semua untuk mengalahkan Raja Iblis Hadar, ya.........?"

"Iya. Menyebabkan perang besar yang menyeret seluruh benua dalam perang, Hadar secara alami menyebabkan kemarahan untuk sebagian besar Dewi dan Arwah yang merupakan spesies yang sama. Sama sebagaimana manusia dari berbagai negara membentuk aliansi, para Dewi juga memutuskan untuk membentuk sebuah faksi. Manusia yang dikenal sebagai Tooi Cross roda ke-3 yang masuk akal dan sesuai-----seorang mediator."

"Tidak mungkin……! Kalau begitu, Tooi Onii-chan adalah......."

"Dia melompati langkah-langkah yang diperlukan dan segera menjadi seorang Ksatria Dewi. Dengan kata lain, ia diseret ke dalam perang antara Dewi dan umpan menyedihkan yang hanya ada untuk digunakan."

"---- Aku bukan umpan."

Tooi mengeluarkan kata-katanya sementara tidak berpaling dari La Shii.

"Aku tidak akan bertindak seperti umpan setelah sekian lama. Aku memutuskan untuk menggunakan Dewi dan digunakan oleh Dewi dengan kemauanku sendiri."

Semua itu sama seperti ucapan Laila.

Untuk sebuah organisasi untuk tetap organisasi, mereka harus ada [Musuh] yang jelas. Dengan memiliki musuh yang harus dikalahkan, ketertiban dan kontrol lahir dalam organisasi.

Karena ada [Musuh] bernama Raja Iblis Hadar, 12 Dewi(Nebulosa) berubah menjadi organisasi yang kuat dengan satu tujuan----menjadi kekuatan yang berbagi nasib yang sama. Semua orang tidak taat kepada Tooi tetapi meskipun demikian, ada kontrol di sana.

Dalam rangka untuk melawan Hadar yang memiliki kekuatan yang luar biasa seolah-olah bukan termasuk struktur dunia, mereka harus bergabung.

Itu sebabnya-------dia tidak akan berpikir bahwa keputusannya itu salah.

(Tapi………)

Setelah dia berpikir kembali------itu hubungan menyedihkan.

Sebuah hubungan tanpa kepercayaan dan hanya dihubungkan oleh manfaat.

Salah satunya dengan, saling menggunakan karena keserakahan.

"Tentu saja, bukan berarti semuanya tidak menerima Too-kun~~"

La Shii mengucapkan itu dengan malas.

"Tampaknya Ryu-tan, Zo-tan, Pan-tan benar-benar cinta pada Too-kun~~. Ze-tan, Gu-tan, A-tan mungkin ketat dengan kata-kata mereka, tapi, kupikir mereka menerima Too-kun. Tapi~~kebanyakan dari kita hanya memikirkan Too-kun sebagai semacam batu tidak berguna."

"..........Bagaimana denganmu, Shii."

"Aku? Mari kita lihat~~. Hnaa~~. Aku suka Too-kun...........tapi, aku tidak punya niat untuk mematuhimu~~"

Nada bicaranya lembut tapi, kata-katanya tajam.

"Toh aku tidak mau membuat kontrak~~. Terakhir kali, aku tidak punya pilihan selain bekerja untuk mengalahkan Hadar. Aku benci akan melalui hal-hal yang merepotkan------Hadar akan bangkit cepat atau lambat jadi, hal-hal mungkin berubah untukku jika ia akan melakukan sesuatu pada dunia lagi~~"

Kalimat itu dengan mudah keluar dari La Shii------menyebabkan ketakutan di sekitar.

(Kebangkitan Hadar.......kamu bilang?)

Raja iblis itu.

Bencana itu.

Ancaman itu.

Apa dia akan muncul lagi?

Pertempuran sengit saat 1 tahun yang lalu muncul kembali dalam pikiran Tooi. Keringat mengalir menjijikkan di bagian punggungnya. Perasaan menusuk ke dada raja iblis dengan jelas muncul kembali di tangannya.

Wajah Alua tengah pucat menatap. Laila entah bagaimana berhasil menekan bingungnya, tapi malah jadi gelisah dan terkejut yang tidak bisa dia sembunyikan mengalir membentuk ekspresinya.

"Kebangkitan Hadar............? Apa itu benar La Shii Fomalhaut."

"Iya. Tentu saja, Laila-chi. Meskipun aku mengucapkan itu------itu akan menjadi keberadaan lain dari Hadar sebelumnya"

Setelah mengucapkan sebanyak itu, La Shii sedikit membuka matanya lebih lebar lagi.



"Harus ada 21 Dewi----itu mutlak. Itu adalah bagaimana dunia ini diciptakan."



Ketika tidak ada yang bisa membuat balasan, La Shii terus berbicara dalam kecepatannya sendiri.

"Yah~~, aku mungkin telah mengucapkan [cepat atau lambat] tapi, [cepat atau lambat] itu berdasarkan standarku~~. Mungkin sekitar 100 tahun kemudian atau lebih, sehingga itu sesuatu yang manusia tidak perlu khawatirkan, ya? Ngomong-ngomong Too-kun."

Mata Dewi [Ruang & Waktu] sedang menatap Tooi.

"Di 21 Dewi dari dunia, kamu membuat kontrak dengan 12 Dewi. Meskipun itu hanya semata-mata demi kepentingan, nomor itu melintasi lebih dari setengah. Apa kamu mengerti, apa artinya, Too-kun? "

"..................... .."

Ada sesuatu yang disebut [Saham Perusahaan] yang merupakan salah satu dari beberapa struktur perusahaan di Jepang modern. Ini adalah bisnis yang menggunakan saham untuk memperoleh modal; perusahaan kemudian menggunakan dana dan melakukan layanan yang disediakan.

Mungkin terlihat seperti sistem indah dan berguna pada pandangan pertama tetapi-------sebagai harganya, perusahaan itu sendiri bukan milik karyawan dan presiden perusahaan; dan kepemilikan pemegang saham yang membeli saham.

Karena itu.

Jika seseorang memiliki lebih dari 51 persen saham, perusahaan menjadi milik orang itu dalam kenyataannya. Ada banyak serikat perusahaan dan di berbagai belahan dunia modern menggunakan sistem ini.

Mengendalikan lebih dari setengah------memiliki makna yang sama dengan mengendalikan segalanya.

Kemudian, karena Tooi memiliki lebih dari setengah Dewi di bawah komandonya -----

"------kamu memahami ini, Too-kun?"

La Shii mengucapkan itu.

Dengan tatapan melahap.

"Too-kun ..............harusnya sudah tahu ini. Pada jenis keberadaan kita-----dan, pada bagaimana tindakan gila kamu lakukan"

"..................."

Karena ia terus tidak membalas sama sekali, La Shii [Hnaaa ~~] menguap riang. Tekanan khusus menghilang dan wajahnya berubah kembali ke seorang gadis muda mengantuk.

"Ahaha~~. Jangan terlihat begitu bermasalah, Too-kun. Maaf~~. Aku tidak berencana untuk menggertakmu. Untuk meminta maaf, aku akan mendengarkan keinginanmu sementara ini."

La Shii turun dari tempat tidur ketika mencoba untuk mengambil kembali pernyataan terakhirnya. Dia merangkak di lantai dan semakin dekat ke tiang sel.

"Membuat kontrak itu merepotkan sangat menyesal~~. Karena masalah Ryu-tan menyebabkan kalian pusing banget saat ini, aku nggak keberatan memberikan bantuanku kok~~"

".........Apa kamu serius, Shii"

"Un~~. Membiarkan Ryu-tan sebagai lawan itu terlalu terbebani untuk Too-kun yang saat ini tak berdaya jadi.........bagaimana aku harus bilangnya, itu nggak adil sama sekali~~. Juga~~, Laila-chi telah merawatku selama 10 tahun~~"

Kata-kata yang keluar dari perwujudan malas- La Shii, memberi usulan aneh yang dia tidak inginkan.

(Ini semua adalah rencana Laila ya......... ..)

Meminta bantuan dari Dewi [Ruang & Waktu]------La Shii Fomalhaut.

Ini kemungkinan besar tujuan untuk membawa Tooi kemari.

Membiarkan kontrak selesai dan mendapatkan kembali kendalinya akan menjadi ideal tapi-------biarpun itu tidak mungkin, mendapat bantuannya mungkin.

Jika itu adalah permintaan yang tidak lain dari Tooi Cross.

Jika mereka mampu meminjam kekuatan La Shii-----itu bahkan sama dengan satu juta tentara.

Untuk Tooi, Laila dan Militer Kekaisaran, Dewi [Ruang & Waktu] adalah bakat luar biasa dan kekuatan yang mereka inginkan ke titik keputusasaan.

"Aku akan pass."

Namun----Tooi dengan mudah mengucapkan itu.

La Shii sedikit cemberut bibirnya karena ia tidak mengambil tangannya dan menunjukkan sikap merajuk.

"..........F~~uun. Apa ini Too-kun? Bukannya kamu mau aku?"

"Aku mau. Aku mau segalanya tentangmu. Tapi-----aku benci untuk mendapatkannya seperti ini."

Tooi berjongkok. Dia kemudian akhirnya berada di ketinggian mata yang sama dengan si pendek La Shii.

Sementara tatapan mereka berdua terjalin satu sama lain pada ketinggian yang sama, Tooi mengucapkan ini.

"Aku senang aku bertemu denganmu hari ini, Shii. Aku jadi terkejut pada setiap fakta, sejak aku ke dunia ini jadi aku sudah melupakan ini..........tapi sekarang, aku ingat dengan jelas. Alasan mengapa aku datang ke dunia ini."

Tidak hanya ada satu alasan.

Ada banyak alasan mengapa ia memilih dunia ini dan alasan mengapa ia tidak memilih dunianya.

Tapi alasan terbesarnya akan menjadi------

"Aku ingin kalian semua melayaniku lagi."

Tooi mengucapkan itu.

"Bagiku, menghabisi raja iblis 1 tahun lalu hanya [Cara] untukku. Itu sebabnya, 12 Dewi(Nebulosa) dibentuk untuk menghabisi raja iblis............menempatkan ke dalam kata-kata, hanya [Cara] untuk [Cara] lain. "

"Yah~~, itu berjalan dua arah juga~~. Kita menggunakan Too-kun juga kan~~"

"Yeah. Itu berjalan dua arah. Tapi, aku tidak ingin hal itu dapat berakhir dengan kalimat itu."

Apa itu bersalah, kewajiban atau-----mungkin pekerjaan yang tak hilang-hilang.

Bahkan dia tidak tahu apa identitas emosi yang mengalir dari kedalaman hatinya.

Tooi dengan putus asa menginginkan 12 Dewi(Nebulosa).

"Aku ingin mendapatkan kembali rantai yang kuhilangkan----nggak, mendapatkan kembali itu tidak cukup. Aku ingin mengikatnya jauh lebih kuat daripada sebelumnya. Dalam arti sebenarnya, aku ingin menjadi tuan sesungguhnya untuk kalian semua."

Itu sebabnya; Tooi mengucapkan itu sebelum berdiri.

"Aku bersyukur atas saran Shii tapi, aku tidak akan menelan itu. Aku tidak punya hak untuk menjadi tuanmu jika aku menggoyangkan ekorku dengan bahagia ketika aku menerima sesuatu."

Dia berhenti menatap lurus ke matanya dan diam-diam menatap mantan pelayannya.

"Waktu ketika aku akan menggunakan kekuatanmu-----akan menjadi waktu kamu menerima aku."

"................"

"Baiklah kalau begitu, kukira aku akan mengakhiri hal ini di sini dan pulang. Aku akan kembali lagi."

Tooi kemudian berbalik dan berjalan menjauh dari La Shii. Laila dan Alua juga mengikuti beberapa saat kemudian.

"Maaf, Laila."

"Aku tidak keberatan. Aku menggunakanmu tidak melakukan hal-hal yang bukan dengan caraku."

Laila mengucapkan itu dengan sinis.

Mereka bertiga kemudian kembali jalan tapi-----

Ruang di depan mereka tiba-tiba terdistorsi.

"Uh!?"

Fenomena ini mungkin membuat mereka bertiga ketakutan tapi, mereka memasuki mode siaga dalam sekejap. Distorsi dalam ruang perlahan-lahan menjadi lebih besar dan perlahan-lahan berubah menjadi lubang.

*Pyokon* seorang gadis muda melompat keluar----dari cahaya mengisap lubang hitam.

"Melarikan diri, sukses~~"

La Shii, yang seharusnya tertangkap oleh sel di belakang mereka, teleport di depan mereka dalam sekejap.

"Shii ............"

"Too-kun, Lama nggak ketemu~~"

"...........Itu waktu yang terlalu cepat untuk lama nggak ketemu."

Kegelisahan mengalir ketika ia mendengar suaranya yang tiba-tiba.

Ruang teleportasi, salah satu kekuatan La Shii miliki. Dengan ruang dan waktu di bawah kontrolnya, membuat lubang di ruang hanyalah sepotong kue. Dia bahkan dapat dengan mudah memutar targetnya bersama dengan ruang dan bahkan mengunci ruang yang rusak untuk selamanya.

Bahkan menghancurkan mereka bertiga bersama dengan ruang di sini------

"Ahaha~~. Jangan takut~~. Ini bukan berarti aku keluar dari sel karena aku marah~~"

Berlawanan dengan bekunya mereka bertiga, La Shii membuat senyum santai.

"Malah, itu sebaliknya~~. Aku merasa benar-benar baikan sekarang ini~~. Too-kun adalah orang yang baik----- meskipun itu untuk satu kali, pria yang menggunakan aku adalah orang yang baik dan itu membuatku benar-benar bahagia."

Itu sebabnya hadiah~~.

Setelah mengucapkan itu dengan senyum lembut, dia bertepuk tangan di depan dadanya.

"Kalau kamu berpegang padaku dan mulai berteriak dengan [Selamatkan akuu~~], dan ternyata bahwa kamu seorang pria menyedihkan yang akan melompat ke saranku tanpa berpikir, maka aku pikir sembunyikan ini selamanya~~. Tapi, karena Too-kun menolak dengan benar. Jadi saat ini~~"

"........kamu mengujiku?"

"Yup~~. Aku mengujimu. Aku akan menguji kamu lagi mulai sekarang. Agar dapat melihat apa yang bisa kamu lakukan~~"

Setelah melepaskan tangannya, kegelapan berputar-putar di sana.

Kegelapan segera merobek dan cahaya keluar dari celah-celah.

Benda yang keluar dari cahaya----adalah sebilah pedang hitam.

Dengan ukuran dan bentuknya, itu mungkin akan dikategorikan sebagai belati.

Namun pedang itu terlalu acak untuk disebut pedang------itu terlalu sederhana.

Hanya ada bilah yang bersinar, dan tidak ada penjaga atau sarung pedang. Hanya ada sejumlah kain melilit menyedihkan di pegangan pedang.

Itu seperti sebuah bijih dibuat menjadi bentuk pedang-------

"Itu......!"

Tooi membuka matanya lebar-lebar dan menatap tajam pada pedangnya.

"Ini pedangku."

"Pedang Tooi Onii-chan!?"

Alua berteriak tiba-tiba.

"Y-ya-yan-yang berarti, itu [Zodiac]!? Pedang legendaris yang digunakan oleh [Tyrant Slayer] Tooi Cross yang hanya dibuat dari Etherium!"

Dia langsung tegang dan mulai berbicara dengan kecepatan yang energik.

"Pedang ultimate ditempa oleh Dewi [Permaisuri Senjata]---Zesca Aldebaran menggunakan Etherium halus yang ditambang oleh Dewi [Bumi]---Gushana Rigel. Bahkan Etherium yang menolak tangan manusia bisa ditempa menjadi senjata terkuat selama Dewi melakukannya. Pedang yang dibuat yang kemudian diselesaikan dengan mencampur darah Tooi Cross dan jiwa setiap anggota 12 Dewi(Nebulosa), adalah pedang pendek hitam ini. Tidak ada pedang lain yang lebih baik dari ini untuk bertindak sebagai media untuk [Deus Alma] ............10 tahun yang lalu, dikatakan bahwa ini adalah pedang yang menempatkan pukulan terakhir pada raja iblis Hadar..........tapi, bukankah Zodiac hilang bersama dengan kematian raja iblis...... !?"

"……yup. Terima kasih atas penjelasannya, Alua-chan."

Tooi dengan tenang menghentikan Alua yang bersemangat.

(Apa gadis ini mungkin seorang maniak ketika mengenaiku?)

Dia penuh pengetahuan mengenai 12 Dewi(Nebulosa) dan [Tyrant Slayer], apa lagi dia lumayan tahu buku dengan Tooi sebagai temanya.

Rupanya, dia memegang kekaguman yang tidak ada duanya menuju Tooi Cross.

Tentu saja, daripada menyebutnya perasaan terhadap seorang manusia, itu lebih ke arah perasaan kekaguman terhadap orang besar bersejarah atau orang fiktif.

Jika ini berlanjut, rasanya seolah-olah dia akan berubah menjadi karakter penjelas tapi----baik, mari kita sampingkan.

"Shii. Kenapa Zodiac di sini? Sama seperti apa yang dibilang Alua-chan, itu hancur ketika aku menghabisi Hadar.........."

"Kami memperbaikinya~~"

Sementara mengucapkan itu La Shii mengeluarkan pedang pendek dari ruang yang muncul di depan dadanya.

Bilah hitam Etherium lebih gelap dari kegelapan itu memberi cahaya mistis setelah menerima cahaya Ether mengalir dari lapisannya.

"Itu terjadi tepat setelah Too-kun kembali~~. Semua orang pergi mencari fragmen dalam kastil raja iblis~~, dan menempa kembali sekali lagi!!"

"Kenapa……….."

Perpisahan 1 tahun yang lalu----sama dengan mengucapkan selamat tinggal pada kehidupan ini. Tidak ada yang harus diharapkan untuk datang kembali seperti ini.

"Siapa tahu~~ aku ingin tahu kenapa~~. Tidak ada yang membawanya dan 12 Dewi(Nebulosa) semuanya secara alami hanya mencocokinya~~. Seseorang menyarankan membuat kuburan dan menusuknya di sana tapi, bukan berarti Too-kun tewas. Itulah mengapa aku akhirnya menjadi wakil untuk menjaganya karena aku yang terkuat~~"

"..................."

"Setelah semua hal yang telah terjadi pada kami.......Too-kun adalah seseorang yang istimewa. Dalam cara yang baik dan buruk~~"

Sementara mengucapkan itu dengan cara bercanda, La Shii memberikan pedang kepadanya.

Tooi mengulurkan tangannya tapi------ia berhenti.

"Hn? Ada apa~~? Ah~~, sulit untuk menerima hadiah dariku setelah aku melakukan semua bualan itu ya? Kalau begitu akan kuberikan seperti ini."

La Shii kemudian membungkuk di tempat. Dia membuat postur melayani Tooi yang berdiri di depannya, sambil mengangkat pedang ke atas kepalanya dengan kedua tangannya.

Penampilan itu---- tampak seperti punggawa setia melayani tuannya.

"Ini bukan kasihan atau amal, Too-kun. Pedang ini bukan milikku, tapi milikmu~~. Aku hanya mengembalikan ke pemilik aslinya."

"Shii..........."

Setelah beberapa detik hening, Tooi memutuskan untuk mengambil pedang. Dia meraih pedang yang diberikan dengan tangan kanannya.

Pedang Dewi, Zodiac.

Sebuah senjata yang terbuat dari Etherium dan hanya ada satu di dunia.

Pedang yang belum ia raih selama 1 tahun sangat nyaman di tangannya sampai terasa horor. Rasanya seolah-olah pedang dan tangan adalah satu. Memang benar bahwa pedang ini dibuat hanya untuk Tooi.

"..........hei, Laila. Ngomong-ngomong, dapat berapa kalau aku menjual ini?"

"Mari kita lihat. Hanya fakta bahwa ini adalah pedang pendek ditempa oleh Etherium yang ultra langka dan tidak mungkin untuk mengatasi alloy, membawa dalam jumlah uang tunai tapi; kalau kamu menambahkan nilai penamaan seperti [Senjata yang ditempa oleh Dewi] atau [Senjata yang menghabisi raja iblis]..............fumu. Kukira kamu akan mendapatkan harga astronomi yang dapat memperoleh sebuah negara kecil dengan mudah."

"................"

"T-Tooi Onii-chan!? Ka-kamu tidak boleh! Ada apa dengan wajah ragu itu! Apa kamu berencana untuk menginjak-injak perasaan semua orang di 12 Dewi(Nebulosa)!?"

"Aku tahu. Ini cuma bercanda."

Tooi kemudian kembali menatap La Shii.

"Terima kasih. Shii."

"Un~~. Aku nggak keberatan~~"

Sementara mengucapkan itu seolah-olah dia tidak peduli, La Shii mencoba berdiri dari tikungan, tapi, dia mengeluarkan jeritan menyedihkan [Ah ~~] sebelum jatuh ke lantai.

"Gawat~~ yah, aku nggak punya tenaga untuk berdiri lagi~~"

"Tidak, bukan berarti bahwa kamu bisa tidur di lantai. Lakukan di tempat tidur sana kalau kamu mau tidur------"

"Nee~~, Too-kun."

Sementara mengabaikan kata-katanya, La Shii mengucapkan itu sambil berbaring di lantai.

"Kembalilah setelah kamu menjadi cukup kuat untuk mengalahkanku. Kemudian mari kita bertarung~~"

Ada cahaya yang tidak bersalah dalam mata mengantuknya yang setengah membuka. Tidak ada niat buruk atau skema, cahaya tidak bersalah mirip dengan bayi yang baru lahir, ada di dalam matanya.

"Cukup untuk mengalahkanmu ya.......itu akan menjadi sulit bahkan setelah aku mengumpulkan lebih dari setengah 12 Dewi(Nebulosa)"

"Aku akan melakukan apa saja, bahkan membangun kembali kontrak kita kalau aku kalah~~. Aku akan mendengarkan setiap perintah yang kamu buat. Aku bahkan akan menjilat lubang pantat Too-kun~~"

"...........ngomong-ngomong, bagaimana kalau aku kalah?"

"U~nn. Kukira aku akan membuatmu menjilat lubang pantatku ketika itu terjadi~~"

Bukan hadiah kedua belah pihak? Hanya ada yang memperoleh apakah aku menang atau kalah------ia berpikir begitu namun, dia tidak mengucapkan hal itu seperti yang diharapkan.

"Ahaha~~, bagaimana tentang itu, Too-kun. Sangat menghina menjilat lubang pantat seorang gadis kecil seperti aku benar~~? Kamu tidak mau kan~~?"

"................"

Tooi diam. Apa ini tujuan Shii? Apa dia mengucapkan ini karena dia tolol? Itu adalah keputusan yang sulit untuk dibuat.

Dia kemudian mendesah besar.

"Aku mengerti Shii."

Ia mengucapkan itu. Ada semangat juang dan tekad di matanya.

"Aku pasti akan mengalahkanmu. Dan-----aku akan membuatmu menjilat lubang pantatku."

"" .................""

Schut bersaudari berdiri di sampingnya memelototinya dengan mata mati. Tatapan yang melepaskan getaran [Apa yang orang ini ucapkan dengan wajah dingin?]. Mereka mulai berbisik [Apa yang dia buat seorang gadis kecil...... ..] [Kupikir dia mencintai payudara besar tapi, dia bisa suka loli juga ya].

Tapi, La Shii mengangguk dengan wajah cukup puas.

"Baiklah~~, cucilah pantatmu dan tunggulah~~"

Setelah itu, ia membawa La Shii kembali ke penjara ketika ia mencoba untuk merangkak kembali ke penjara seperti ulat sebelum mereka bertiga kembali ke permukaan.

Pertemuan dengan keberadaan terkuat dari 12 Dewi(Nebulosa) berakhir di sini.

Mendirikan kembali kontrak itu tidak mustahil---- tapi keuntungan tinggi.

Pedang Dewi, Zodiac yang tercinta.

Dan-----sebuah janji dengan seorang gadis kecil untuk menjilat lubang pantat mereka.
Reunion v1 Bab 4

Diposkan Oleh: setia kun

0 Komentar:

Post a Comment