19 October 2016

Kujibiki Tokushou Bab 3

Sengaja kasih ini, banyak yg copas--
http://setiakun.blogspot.com
Jangan yg lain tetap di sb translation

Bab 3 - Pembelian Mansion


Setelah aku pergi ke kamar di penginapan, aku menghitung uang untuk sementara waktu.

Aku meletakkan tas kain di meja, dan mengeluarkan semua uang sekaligus.

Setiap koin tampak sama, raut muka raja suka memerintah diukir di koin perak.

Ketika aku menghitung, ada 99 koin.

1 koin biaya untuk tinggal di penginapan, yang berarti bahwa sapi gunung akan berharga 100 koin per kepala.

"Kalau itu cara yang lebih mudah untuk menghitungnya, tapi berapa harganya yang satu ini?"

Aku mengambil koin perak dan memandangnya dengan penuh perhatian, dan melihat-lihat di dalam ruangan.

Biasa, penginapan biasa yang bisa kau tiduri biasanya.

Kalau ini Jepang, satu malam mungkin biayanya akan 5,000-10,000 yen.

Yang berarti bahwa satu koin perak berharga banyak, dan satu gunung sapi keuntungannya 500,000-1,000,000 yen per kepala.

"Dengan asumsi perhitungan ini benar......Ini adalah keuntungan yang besar. Baiklah, kalaupun aku tidak mendapatkan hadiah, aku bisa tinggal 100 hari di sebuah penginapan per kepala, sudah kuduga sebagian besarnya keuntungan yang besar"

Aku ingat waktu aku berburu sapi gunung.

Dengan upaya yang kecil, kalau aku bisa mendapatkan keuntungan sebanyak ini, maka aku harus melakukannya lagi.

Aku harus pergi berburu besok lagi.

Dengan itu diputuskan, aku tidur sangat awal.







Keesokan harinya, meninggalkan kota dengan cara yang sama, aku datang ke tempat di mana sapi gunung menghuni.

Yang pertama aku temui sudah diburu. Sekelompok tentara bayaran atau sesuatu, mengenakan armor yang sama dan memegang jenis senjata yang sama, melanjutkan mengalahkan sapi gunung.

Aku menyaksikan sebentar...... Nah, kalau mereka gagal berburu seperti kelompok kemarin aku berpikir untuk menyelamatkan mereka.

Tapi, itu tidak seperti kemarin.

Menghabiskan sekitar satu jam, setidaknya dua terluka tapi, kelompok itu berhasil memburu sapi gunung.

Mengusung sapi gunung, aku melihat punggung mereka saat mereka kembali ke kota.

Kalau 1.000.000 yen per kepala, 100.000 yen per orang.

Itu masih keuntungan yang bagus, tapi cedera (Itu adalah cedera ringan sehingga akan sembuh selama seminggu istirahat atau lebih) mempertimbangkan bahaya ー ー.

"Ini wajar, rasanya"

Aku berkeliaran di sekitar padang rumput. Aku berdoa untuk menghadapi sapi gunung yang berkeliaran.

Setelah 30 menit atau lebih, akhirnya aku bertemu.

Mata sapi gunung yang merah itu melihatku dengan cepat, mendengus kasar.

Dan begitu saja, ia menyerang.

"Hu!!!"

Aku tidak menghindar, aku melemparkan pukulan ke arah sapi gunung yang melompat ke arahku.

Sebuah pukulan balasan, memukul itu hanya antara alis, sapi gunung terpental.

Berguling-guling di tanah, *Biku* *Biku* ia mengejang.

Setelah kejang-kejang beberapa kali, ia tidak lagi bergerak.

"Satu hidangan tersaji, ya"

Aku membawa sapi gunung itu, kembali ke kota dan ditukar dengan uang.

Lalu sekali lagi kembali ke padang rumput, dan berjalan tanpa arah.

Menemukan sapi gunung, mengalahkannya, kembali, ditukar dengan uang.

Kembali, berjalan, menemukan sapi gunung.

Mengalahkannya dan ditukar dengan uang, mengalahkannya dan ditukar dengan uang.

Tidak hanya itu, mengulangi berkali-kali......aku hanya bisa memburu lima saja hari ini.

Jujur, daripada waktu mengalahkannya dan berjalan di sekitar untuk menemukannya, dan saat membawanya itu butuh lebih banyak waktu.

Ketika aku mengatakan itu pada untuk orang di toko yang kuuangkan saat terakhir.

"Orang-orang biasa hanya berburu sekali jadi, ini kali pertama aku mendengar keluhan itu"

Aku diberitahu setengah terkejut setengah heran.

Entah bagaimana aku yakin.

Terluka atau tidak mampu mengalahkannya, dan kemungkinan itu melarikan diri, waktu yang dibutuhkan untuk menghadapi dan waktu untuk membawa itu harus dipertimbangkan.

Yah, itu tidak masalah bagiku.

Lagian, produktifitas hari ini adalah 550 koin perak.

Karena petugas toko itu membayarku 10% tambahan seperti yang dijanjikan, jadinya seperti ini.

Termasuk keuntungan kemarin, 649 koin.

Melihat hal itu dengan cara yang menguntungkan tertinggi, seharusnya seharga 6.490.000 yen.







"Tempat ini ya"

Malam, dengan catatan di satu tangan aku datang ke toko itu.

Aku ingin membeli rumah, ketika aku mengatakan kepada petugas toko sapi gunung itu, dia memperkenalkanku ke toko ini.

Aku membuka pintu, dan masuk ke dalam.

Di dalam toko bersih, seorang pria setengah baya dengan perut menonjol ada di sana.

Begitu orang itu melihatku dia berdiri, dan tersenyum, orang mirip pedagang itu dan menyambutku.

"Selamat Datang di Perusahaan Pedagang Samaras. Boleh aku membantu Anda apapun"

"Aku ingin membeli rumah"

Aku menghentikannya langsung ke topik.

"Silakan serahkan kepada kami. Apakah tempat untuk tinggal? Atau tempat yang akan digunakan untuk bisnis"

"Tempat untuk tinggal ー ー"

Dalam sebuah contoh, situasi perumahan Jepang melewati kepalaku.

Termasuk impianku dalam permintaanku, aku berkata.

"Lebar, dan kalau ada taman maka lebih baik"

"Begitu ya. Dan, anggaran Anda"

"Ini"

Aku meletakkan tas boneka koin perak di atas meja.

"650 koin perak"

Sekalipun kurang satu koin.

"Begitu ya"

Wajah pria itu mendung.

Aku ingin tahu apakah itu cukup. Tidak, pastilah.

Aku berpikir bahwa itu setidaknya 6.500.000 yen dalam perhitungan semalam, tapi ada kemungkinan bahwa itu hanya ada setengahnya.

Kalau memang benar maka cuma seharga 3.000.000 yen.

Dalam jumlahnya, ingin membeli rumah yang luas dengan taman ー ー Yup, kalau aku adalah petugas toko, aku akan berkata "Apa yang orang ini bilang".

Berpikir tentang itu, petugas hanya mendung ekspresinya, ia mungkin seorang pedagang.

"Apakah itu mungkin?"

"Meskipun tergantung pada wilayahnya, rumah biasa sekitar sekitar 2000 koin perak di pasaran"

"2000 koin......20 juta yen......benarkah biayanya sebanyak itu"

"Selain itu, pelanggan yang terhormat menginginkan banyak hal, lebar dan dengan taman......akan ada biaya ganda di kota ini"

"4000......"

Sekitar 40 sapi gunung huh......tak ada masalah, tapi itu menghabiskan terlalu banyak waktu, biaya itu langsung dua kali lipat, sehingga keinginanku untuk membeli melayu.

Bahkan berburu 5 kepala sehari itu akan menghabiskan lebih dari seminggu. Tidak, kalau ada satu hari sulit untuk menghadapi kemungkinan bahwa mungkin menghabiskan lebih dari satu bulan.

Itu melelahkan, dan terlalu lelah.

Tidak ada pilihan, aku hanya akan melonggarkan kondisi, saat aku berpikir seperti itu.

"Permisi, apa pelanggan punya keyakinan dalam tangannya?"

"Tangan? Maksudmu kekuatan? Yah......aku sedikit percaya diri. Kenapa kau bertanya?"

"Tas ini ー ー maaf"

Pria itu membuka tas yang kuletakkan di atas meja dan memutarnya.

Ada tanda yang pernah aku lihat sebelumnya.

"Lambang Perusahaan Pedagang Andreu yang berurusan dengan sapi gunung. Karena Anda menggunakan ini, aku menduga bahwa Anda adalah seorang pemburu sapi gunung"

"Begitu ya"

Aku menatap tandanya. Toko ーーnamanya Perusahaan Pedagang Andreu ーー juga ada tanda itu di papannya.

Aku mengerti tebak pria itu, mungkin, mulai sekarang aku juga kalau akan melihat tas ini, aku akan bisa berspekulasi jenis orangnya yang memiliki tanda ini, kurasa.

"Kalau begitu......aku tak bisa merekomendasikan hal ini, tapi ada satu yang melanda pikiranku"

"Apa itu?"

"Di tenggara kota adalah mansion...... Katanya hingga saat ini penduduk kota disini akan memahaminya. Ada sebuah mansion yang tidak ada yang meninggali. Alias, Mansion Berhantu"

Petugas itu cemberut.

"Mansion Berhantu"

"Iya, dulu sekali mansion di mana seorang pedagang kaya tinggal, tapi sekarang tempat itu memiliki rumor, tidak ada yang mau tinggal di sana. Sebenarnya ada beberapa pelanggan yang pindah tapi...... semuanya..."

"Bagitu ya"

"Penyusunan mansionnya sangat bagus, lebarnya juga lumayan. Kalau bukan karena itu......harganya bisa lebih dari 5000 koin perak"

"Dengan sejarah yang buruk, tak seorang pun ingin tinggal di sana, ya"

"Sebaliknya, tidak bisa hidup di dalam, tepatnya"

"Mansion berhantu ya......"

Pikirku.

Aku tidak takut sama sekali pada fenomena paranormal. Aku tipe yang tidak tersentuh oleh horor.

Jujur, aku tidak akan keberatan tinggal di tempat yang mengalami kecelakaan kalau itu lebih murah.

Hal yang kukhawatir adalah itu, adalah saat akan benar-benar "muncul".

Ini bukan Jepang, dan cara orang itu berkata.

Mungkin, itu benar-benar akan muncul.

Kalau hantunya keluar...... aku mungkin bisa mengalahkannya.

Selagi mengkhawatirkan, aku bertanya dengan ragu-ragu.

"Ngomong-ngomong, harganya?"

"Bahkan mulai memberi kami nasib buruk sehingga, kalau kita bisa menjualnya...... dengan hanya 100 koin perak itu jadinya"

"Terjual!!"

Aku menjawab segera.

Banyak biaya lebih daripada 5000 koin jadi 100 koin.

Potongan Harga 98%!!

Itu terlalu murah, tidak ada alasan untuk tidak membelinya.

"Apa Anda sungguh baik-baik saja dengan itu"

"Iya. Aku hanya memukulnya saja kalau hantu itu akan keluar"

Semakin bersemangat, aku mengatakan hal-hal seperti itu.

"Pasti"

Pria itu ragu-ragu untuk sesaat, tapi membuat wajah pedagang sekaligus.

Jadi, aku memperoleh rumah ー ー mansion.

Kalau hantu itu keluar, aku akan menendang pantat mereka, bersamaan dengan perasaan seperti itu.
Kujibiki Tokushou Bab 3

Diposkan Oleh: setia kun

0 Komentar:

Post a Comment