28 January 2017

Kujibiki Tokushou Bab 75

Sengaja kasih ini, banyak yg copas--
http://setiakun.blogspot.com
Jangan yg lain tetap di sb translation

Bab 75 – Roman Muka Sang Pedagang Kaya

Aku datang ke perusahaan pedagang Delfina menggunakan warp feather.

Hari ini adalah hari dia akan datang ke mansionku, dan aku datang untuk menjemputnya.

Pertama aku warp ke kamar pribadi Delfina, tapi karena dia tidak ada di sana, aku pergi ke lorong.

Ada bawahan Delfina di sana. Orang yang kukenal itu melihatku dan membungkuk.

"Di mana Delfina?"

"Dia ada di ruang tamu. Putra mahkota Kerajaan Aegina datang berkunjung"

"He~"

"Saya akan membimbing Anda"

"Tidak, tidak apa-apa. Ruang tamu yang sangat mewah untuk menjamu tamu kaya, kan? Aku bisa pergi ke sana sendiri"

Aku mengatakan itu padanya, dan aku mulai berjalan.

Aku sudah sangat terbiasa dengan perusahaan pedagang Delfina, dan mereka juga sudah biasa denganku.

Berjalan melalui lorong, berbagai orang yang bekerja melihatku dan berhenti, menundukkan kepala mereka sangat mendalam.

Setelah beberapa saat, aku bertemu dengan seseorang yang tidak akan menundukkan kepala mereka.

Seorang pria setengah baya berwajah cemberut keluar dari ruangan dengan pintu mewahーーdari ruang tamu.

Dari pakaian yang dikenakannya, rasanya seperti dikenakan oleh keluarga bangsawan, jadi dia mungkin putra mahkota dari Kerajaan Aegina yang kudengar sebelumnya.

Putra mahkota itu melirikku, tapi seolah-olah aku tidak muncul di matanya, dia berbalik dan mulai berjalan.

Sementara penasaran dengan wajah lelahnya, aku memasuki ruang tamu.

"Kakeru-sama. Kau berkunjung"

"Aku baru datang. Nanti mungkin lebih baik"

"Tidak, pembicaraan kami baru saja selesai, jadi"

"Apa yang sebelumnya itu putra mahkota Aegina?"

"Iya"

"Dia memiliki wajah lelah"

"Yah gitu sih"

Delfina terkikik.

Dia tertawa menutupi mulutnya dengan gerakan elegan. Dia lebih elegan daripada wanita bangsawan yang dapat dilihat di sekeliling, dan dia melepaskan udara mempesona.

"Aku menolak satu per satu hal yang telah ia minta, jadi apa boleh buat kalau ia akan lelah"

"Meminta?"

Aku duduk berseberang Delfina.

Aku memindahkan ke samping cangkir yang mungkin digunakan oleh putra mahkota.

"Sebenarnya, aku membeli sebuah kota"

"......he~?"

"Ada sebuah kota di bawah pemerintahan Aegina yang disebut Malonei, tapi memiliki kesulitan keuangan dalam beberapa tahun terakhir, dan itu juga sebuah kota yang benar-benar mengandalkan bantuan yang datang dari ibukota mereka. Dan aku datang, menggunakan defisit dan dukungan sedari sekarang sebagai kartu, aku memberikan kondisi mengganti semua pejabat menjadi bawahanku"

"Begitu ya, itu seperti kau membelinya secara substansial huh"

"Iya, aku juga membiarkan bangsawan yang memerintah di sana diberhentikan, tapi sepertinya itu adalah bangsawan yang telah memerintah tempat itu selama beberapa tahun dan generasi, mereka meneriakkan ini kepada kerajaan mereka, dan karena itu putra mahkota datang menanyakan apakah ada sesuatu yang bisa dilakukan dengan itu"

"Begitu ya"

Aku cukup mengerti ceritanya. Dia memiliki wajah lelah karena itu huh.

"Tapi, kenapa kau membeli sesuatu seperti sebuah kota? Apa kau menginginkan sesuatu seperti menyerang dengan ekonomi, membangun negara dan menjadi seorang ratu atau sesuatu"

"Sama sekali tidak. Aku hanya akan mengatakan bahwa Malonei memiliki nilai itu"

Delfina, dari wajah seriusーーdia memiliki wajah yang serius dengan senyum samar.

Ketika dia berbicara tentang bisnis, dia selalu membuat wajah semacam ini.

Dadaku berdetak kencang. Ini wajahnya sebagai seorang pedagang, tapiーーitu sangat indah.

"Kota itu telah berjalan pada defisit karena administrasinya sampai sekarang, tapi di sekitarnya, bahan langka masih terkubur, jadi. Aku membiarkan orang menyelidikinya, dan hasilnya, itu belum habis, tapi hanya mampu menggalinya karena mereka tidak bisa memberikan upah yang layak. Bahkan dengan sumber daya sendiri yang bernilai uang. Ini berisiko tinggi, dan keuntungan super tinggi"

"Begitu ya"

Aku terkesan, seperti yang diharapkan dari Delfina.

Sebagai pedagang, dia sangat hebat, dan itulah apa yang terbaik dari dirinya.

Aku bertanya tentang Malonei.

Ngomong-ngomong, dia mengatakan "pompa membutuhkan volume air yang besar", dan orang-orang yang bisa menyiapkan air terbatas.

Nah, kalau dia akan sukses dengan itu, itu baik-baik saja.

"Kalau dipikir-pikir"

Ekspresi Delfina berubah.

Ini adalah jenis senyum yang berbeda dari sebelumnya, itu wajah ketika dia akan mengobrol dan bisa mengatakan lelucon.

"Aku dilamar"

"Pu!"

Aku tertawa.

"Dilamar, katamu, dari pria yang sebelumnya ya"

"Iya. Aku seorang wanita, jadi dia mungkin berpikir bahwa kalau ia mendapatkan aku, semua itu bisa terhapus"

"Fu~n"

"Sungguh wajah menakutkan. Tentu saja aku menolak"

Bukan berarti aku membuat wajah menakutkan sih.

"Kau menolak ya"

"Iya. Apa kau lupa? Aku telah memutuskan bahwa aku akan menikah dengan pria yang akan membeli semua apa yang kumiliki termasuk diriku"

"Begitu ya"
Aku ingat dia mengatakan sesuatu seperti itu sebelumnya.

Pedagang Kaya Delfina yang memiliki kekayaan yang sama dengan kerajaan.

Ya, tentu saja, banyak orang yang datang kepadanya dengan muda dan kecantikannya, tapi kondisinya adalah "Seseorang yang akan membeli semua yang dia miliki termasuk dirinya menggunakan kekayaan mereka".

Singkatnya, penggabungan dan penerimaan.

Kondisi menikahi grup keuangan CEO perempuan adalah untuk M&A grup keuangan itu.

"Apa asetmu saat ini?"

"Ini hampir sama dengan anggaran nasional Mercouri selama satu tahun"

"Yah, itu sangat sulit, membeli itu"

"Aku selalu menunggumu untuk membelinya"

Delfina tersenyum anggun. Kali ini, ia memiliki wajah seorang wanita.

"Aku akan melakukan yang terbaik untuk melakukan sesuatu secepat yang kubisa. Kalau aku terlalu lambat, mungkin aku akan dibeli olehmu malahan"

Aku ingat tentang Malonei, dan mengatakan itu dengan bercanda.

"Itu akan sangat sulit"

Ekspresi Delfina berubah lagi.

Ini wajahnya sebagai pedagang.

"Aku juga memikirkan itu, tapi itu cukup sulit. Total nilai Kakeru-sama terlalu tinggi setelah semua"

"Begitu?"

"Kira-kira, itu lima kali dariku"

"Bukankah itu terlalu tinggi?"

"Tidak sama sekali"

Delfina menggeleng.

Ekspresinya masih sama.

Itu yang kusukaーーekspresi Delfina yang paling kusuka.

Pedagang Kaya Delfina, dengan senyum samar, berkata.

"Pengguna Pedang Iblis, Goshaku-sama, nilai nama itu. Kalau kau akan dibeli dengan uang, kekuasaan politik yang bisa membungkam Rika Calamba, Helena Teresia Mercouri, Aura Torideka Comotoria, putri dan ratu yang akan campur tangan dengan kekuasaan politik mereka sendiri. Selain itu, kekuatan militer yang akan menghentikan Nana Kanou yang memegang kekuatan terkuat termasuk dirimu. Ketika semua orang diperhitungkan dan dikonversi ke uang, biaya yang diperlukan jadi sekitar lima kali dariku"

Delfina mengatakan itu dengan jelas sampai akhir dengan wajah serius.

Sepertinya itu evaluasi Pedagang Kaya Delfina.

Aku masih tidak bisa membeli Delfina.

Delfina juga tidak bisa membeliku.

Ini menarik.

"......"

Ketika aku melihat itu, ekspresi Delfina berubah lagi.

Ini adalah ekspresi yang kulihat pertama kalinya hari ini, itu wajah yang sedikit merajuk.

"Ada apa?"

"Tidak, tidak ada"

"Bukan tidak ada sama sekali"

"Ini tidak ada sama sekali"

Dia mengatakan itu dan akhirnya memalingkan wajahnya dariku.

Aku ingin tahu apa itu.

Untuk beberapa alasan, aku mengikuti ke mana Delfina memalingkan wajahnya, dan tiba ke cangkir yang ditempatkan di atas meja.

Ini cangkir putra mahkota yang kupindahkan ke samping sebelumnya.

Dia melihat itu dan merajuk.

Mungkin.

"Delfina, bisakah kupastikan satu hal"

"Apa itu?"

"Aku masih belum bisa membeli, tapi reservasiku masih ada, kan"

"Reservasi?"

"Kau juga bisa menyebutnya hak negosiasi. Sampai aku meninggalkannya, aku memiliki prioritas pertama untuk membelimu kan"

Delfina menjadi tercengang untuk beberapa saat, dan kemudian, ekspresinya berubah.

Wajah itu, itu wajahnya yang kulihat hari ini untuk pertama kalinya.

"T-Tentu saja"

Itu wajah yang sama ketika aku memiliki kesepakatan dengan dia pertama kalinya.
Kujibiki Tokushou Bab 75

Diposkan Oleh: setia kun

3 Komentar: