11 June 2017

Kujibiki Tokushou Bab 102

Sengaja kasih ini, banyak yg copas--
http://setiakun.blogspot.com
Jangan yg lain tetap di sb translation

Bab 102 – Pengkhianatan


Di dalam benteng, aku berjalan tanpa tempat tertentu untuk dikunjungi.

“Kakeru”

Seorang wanita yang kelihatan seorang tentara budak mendatangiku.

Itu adalah wajah yang tak biasa.

Dia berdiri di depanku dan meneriakkan sihir.

Wajahnya berubah. Itu adalah sihir penyamaran.

Setelah penyamaran itu dilepas, ada wajah Melissa.

Immortal Saint Melissa. Dia yang memiliki status tinggi bahkan di Gereja Solon mengenakan pakaian yang sama dengan tentara budak.

“Kau baik-baik saja?”

“Un, aku baik-baik saja! Sebaliknya, aku merasa lebih baik dari biasanya”

“Begitu?”

“Aku sama sekali tidak terluka, itu semua berkat Kakeru”

“Rica langsung terkena sihir?”

“Itu seperti menerima jentikan jari”

“Seperti yang diharapkan darimu ya”

“Jadi, apa yang akan kulakukan sekarang? Apa aku akan diam kembali ke peleton pertama lagi?”

Aku meminta Melissa diam-diam pergi ke peleton pertama.

Peleton pertama itulah yang mungkin bisa membuang nyawa mereka untukku.

Sampai aku melatih mereka, aku diam-diam membiarkan Melissa pergi bersama mereka.

“Tidak, bisakah kau pergi bersama Helen dan yang lainnya sebentar?”

“Apakah kau ingin aku melindungi semua orang?”

“Kalau memang seperti itu, bukankah itu akan jadi beban besar bagimu?”

“Bukan masalah, tidak apa-apa. Apalagi, aku ingin melakukan sesuatu untuk Kakeru”

Aku menatap Melissa, wajahnya sangat meriah.

Awalnya, dia memiliki kepribadian yang sangat terbuka, tapi belakangan ini, dia telah berubah lagi.

Aku bisa menerima bayangan dirinya, seolah-olah dia adalah seorang gadis muda yang usianya, jauh dari seorang Saint.

“Benarkah baik-baik saja? Itu akan sangat berbeda, tahu. Dibandingkan Helen, yang lainnya, dan peleton pertama”

“Aku akan melindungi ratu dan putri sepenuhnya dan hanya melindungi tentara budak pada luka fana dengan benar”

“Yeah”

Dalam arti tertentu, ini adalah tentara budak yang benar-benar terlindungi.

“Aku percaya kekuatanmu. Meskipun 20 menjadi 213, tidak ada banyak perbedaan”

“Kakeru......”

Melissa merasa senang dengan wajah merah.

“Tapi, kalau kau akan melakukan hal yang terpisah, itu akan berbeda. Ini seperti melakukan sesuatu dengan semua yang kau miliki dan menahan diri pada saat bersamaan. Dari caraku melihatnya, ini sama sulitnya seperti membuat persegi dengan tangan kiri dan membuat lingkaran dengan tangan kanan.”

“Ah! Kakeru, contoh itu bagus”

Melissa terkesan.

Maksudku, itu benar-benar memiliki banyak kesulitan ya.

“Begitu. Tapi tidak masalah, aku tidak akan memaksakan diri kok”

“Hmm. Baiklah, aku akan mengandalkanmu”

“Un!”

“Aku akan mengurusmu setelah semua berakhir”

“......un!”

Melissa pergi setelah menggunakan sihir menyamar.

“Dia benar-benar menjadi seorang gadis”

“Aku setuju. Kesannya telah berubah banyak”

“Aku suka Saint-dono yang sebelumnya”

“He~? Itu tak terduga”

“Yang itu memiliki celah yang lebih besar di dalam hati untuk dieksploitasi”

“Kukuku”, Eleanor tertawa. Aku menjentikkannya dengan jarinya.

“Apakah orang-orang sampai sekarang seperti itu juga?”

“Umu. Terutama jenis manusia yang disebut Pahlawan. Hati mereka penuh dengan cahaya, tapi semuanya memiliki kegelapan yang dalam di dalam. Mereka lezat”

“Kukuku”, dia tertawa lagi.

“Betapa buruknya!”

“Dalam arti itu, kau sangat membosankan. Ada apa denganmu? Memiliki banyak kekuatan tapi yang kau minati hanyalah membuat harem dan merangkul wanita. Kau harus menciptakan lebih banyak kegelapan. Kau tidak layak mengambil alih”

“Sungguh ucapan egois”

Aku berjalan di dalam benteng.

Di bawah komando Nana, tentara musuh yang menyerah ditangani, dan proses perebutan berlanjut.

“Kakeru-sama”

Aku mendengar suara lembut.

Aku berbalik dan Helen ada di sana.

Helen yang memakai pakaian ringan untuk bertarung lebih mudah sedikit berbeda dari gambarannya yang biasa dan indah juga.

“Apa yang terjadi”

“Ada utusan disana sekarang juga. Mengatakan bahwa mereka bawahan Delfina”

“Delfina?”

“Kenapa di tempat ini?” pikirku.

“Aku mengerti, aku akan bertemu mereka”

Aku mengikuti Helen.

Kita kembali mengelilingi pintu masuk benteng, ada satu orang di sana dan dua tentara budak berjaga-jaga.

Mereka berdua adalah gadis dari peleton pertama. “Kerja bagus”, kataku, dan meminta mereka untuk pergi setelah menciumnya.

Aku berpaling kepada pria itu.

“Bawahan Delfina huh”

“Ya. Namaku Adonis”

“Untuk apa kau datang?”

“Aku mendapat pesan dari Delfina-sama ー ー “Theo telah berkhianat”.”

Dia mengatakan itu dan memberiku satu amplop.

“......beritahu Delfina aku mengerti”



Di dalam benteng di dalam bangunan paling padat.

Di dalam ruang komandan, aku memanggil Nana.

Amplop yang kudapatkan dari Delfinaーーmenunjukkan bukti bahwa Theo telah berkhianat.

Ada dua kertas, satu surat Delfina yang menjelaskan situasinya.

Yang lainnya adalah surat tertulis Theo pada tentara barbar.

Isinya mengatakan bahwa ia akan segera menemukan kedua putri itu dan membawa kepala mereka.

“Theo Customas. Untuk berpikir bahwa dia akan mengkhianati kita”

“Ya, itu tak terduga. Dia menata ulang tentara Siracuza yang tersisa pada saat itu jadi kupikir dia adalah seseorang yang akan mati bertarung sampai akhir”

“Aku juga berpikir begitu juga”

“Seharusnya tak ada kebajikan dalam tentara yang tersisa pada saat itu. Artinya, dia tidak bersalah pada saat itu”

“Artinya, setelah itu dia berkhianat. ......yang berarti, tentara barbar yang mengetahui ancaman Aruji mulai menghancurkan tentara dari dalam”

“Begitu ya”

Analisis Nana meyakinkan.

Tentara barbar menggunakan tangan tak langsung melawan Pasukan Siracuza yang telah menghidupkan kembali semangat dengan partisipasiku.

“Memikirkannya sekarang juga, ada beberapa petunjuk. Serangan malam sebelumnya, kita diserang dengan mudah, dan orang-orang yang bersama dia mudah tersesat”

“......itu benar”

Nana mengangguk.

“Ada ‘Status Duke dijanjikan’ di akhir surat...... ini pasti faktor penentu”

“Duke huh”

“Dia pasti telah dijanjikan kekayaan dan kemegahan. Tapi, aku bertanya-tanya apakah surat ini benar-benar asli”

Kata Nana sambil menatap surat Theo.

“Tidak mungkin Delfina berbohong padaku. Memang benar, atau Delfina ditipu”

“Tidak mungkin wanita itu tertipu”

Nana berkata tegas.

“Matanya yang membedakan kebenaran dan kebohongan dalam informasi seharusnya menjadi yang terbaik. Kalau tidak, dia tidak akan bisa menghasilkan sebanyak itu”

“Aku setuju”

Artinya surat ini asli.

Ini adalah informasi yang diberikan Delfina dalam beberapa cara.

“......Aruji, perintahkan aku”



“Perintah?”

“Aku tidak bisa memaafkan orang yang menipu Aruji. Aku akan membawa kepalanya ke sini dalam empat setengah hari”

Kata Nana dengan sedikit dendam.

Berpikir tentang dia menjadi seniman bela diri yang tenang, keren, dan biasanya terkumpul, bisa dikatakan bahwa dia sangat marah.

“Tidak, itu bukan masalah”

“Kau akan memaafkannya”

“Bukan begitu. Aku ingin kau melindungi benteng ini. Kau satu-satunya yang bisa kuserahkan”

“......”

Nana membuat wajah yang rumit.

“Aku akan menyerahkannya padamu, baiklah”

“Paham”

Aku mencium Nana yang mengangguk.

Nana tercengang.

“Terima kasih sudah marah. Aku akan mengambil perasaan itu dengan baik”

Aku mengeluarkan Warp Feather.

“Aku akan menghukumnya langsung dengan tanganku”



Di kota Chigris, di tanah milik bangsawan.

Datang ke sini, aku langsung melewati tempat Theo berada.

“Ohh, Baron-sama, aku sudah mencarimu”

“Mencariku?”

“Benar. Sebenarnya, aku sudah selesai menata ulang para tentara. Kami akan segera melakukan serangan balasan, tapi sebelum itu, aku ingin meminta Yang Mulia Putri untuk memberi semangat”

“......”

“Lagi pula, kita adalah tentara yang tersisa, dan tentara yang tereorganisasi tidak mengenal wajah penguasa masa depan kita. Jadi begitulah, aku berharap Yang Mulia bisa mendorong mereka secara langsung. Kalau begitu, semangatnya akan meningkat, dan kemenangan kita akan tanpa keraguan”

“......”

“Dimana Yang Mulia?”

“Sebelum itu, aku ingin bertanya sesuatu”

“Apa itu?”

“Tentang ini”

Aku menunjukkan surat itu pada Theo. Ini surat yang diterima Delfina.

Begitu melihatnya.

“D-Dimana kau mendapatkanーー”

“Ini seperti mengaku kejahatannya”

“Kukuku”, Eleanor tertawa.

Ini menyebalkan karena dia lebih menyenangkan dari biasanya.

“T-Tidak, tolong tunggu, itu adalah kesalahpahaman”

“Kesalahpahaman?”

“Benar, salah paham. Itu benar, aku hanya berpura-pura bertahan dengan mereka. Mereka mungkin memberi kesempatan jika aku bertindak seolah-olah aku adalah orang dalam mereka.”

“Berapa banyak tentara yang kau korbankan untuk itu?”

“Uu!”

Theo kehilangan kata-katanya.

Dan, sedikit demi sedikit mengubah ekspresinya.

Dari panik sampai marah.

Dia mulai memelototiku dan akhirnya mulai tertawa seolah ingin diejek.

“Fu, fufufufufu”

“Apa yang lucu?”

“Rencanaku kacau karena hal yang tak terduga, tapi terserah. Kalau kau datang ke sini sendirian, maka itu tidak masalah dengan sendirinya”

“Apa yang kau katakan?”

“Aku bilang bahwa selama kau mati, semuanya akan berjalan dengan baik!”

Segera Theo mengatakan itu, sebuah lingkaran sihir menyebar di bawah kakiku.

Sebuah kemurnian yang akan menyerap semua cahaya, lingkaran hitam.

Itu menyebar dan menyelimuti tubuhku.

“Selamat tinggal. Apakah kau akan mengembara di ruang kekosongan sepanjang hidupmu?”

Melihat wajah pemenang Theo pada akhirnya, aku diselimuti oleh kegelapan yang murni.

Ruang dimana tak ada sesuatu.

Tidak ada bagian atas atau bawah, kanan atau kiri, tempat yang bahkan tidak bisa dikatakan apakah aku berbaring atau mengambang.

“Kita diserang”

“Apa ini?”

“Ini adalah jenis Cursed Spell. Terutama digunakan untuk eksekusi.”

“Eksekusi?”

“Ini sendiri tidak membahayakan. Ini hanya mengisolasi apa yang tertangkap. Tapi, kau tidak bisa lepas selama kau hidup. Dan setelah mereka yang tertangkap mati kelaparan karena kegilaan, ruang itu akan dilepaskan. Ini adalah mantra mudah yang akan menangkap target saat diaktifkan dan kemudian meludahkan mayat target”

“Itu jahat”

“Dia mungkin berencana menggunakan ini pada Fiona dan Marie. Selama mereka tertangkap, dia akan bisa mendapatkan mayat mereka dengan pasti”

“Aku mengerti sekarang. Jadi? Apa yang harus kulakukan untuk keluar dari sini”

“Kau bisa keluar dari sana kalau kau mati”

“Bagaimana dengan cara tanpa mati”

“Tidak ada”

“Berhenti berbohong. Kalau benar-benar seperti itu, tidak mungkin kau tidak bisa bertemu Hikari lagi”

“Itu titik bagus yang kau tunjuk”

“Terserah, katakan padaku”

“Haa~ ......apakah kau mengerti kalau aku bilang bahwa keseluruhan area ini adalah dinding?”

“Seluruh area adalah dinding?”

Yang bisa kurasakan adalah ruang kegelapan dimana tak ada apa-apa.

Semua itu adalah “dinding” ya.

Kalau begituーーaku mencengkeram Eleanor.

“Aku hanya perlu memukulnya dengan menggunakan kekuatan penuh ya”

“Tepat”

Eleanor menjawab, dia tampak agak senang.

“Ayo. UOOOOO!!!”

Dengan kekuatan penuhーーdengan kekuatan penuhku lebih dari itu ketika saat aku mengalahkan Red Dragon, aku mengayunkan Eleanor.

Kekuasaan dikalikan 777 kali, sebuah serangan dengan tambahan 100%.

Kegelapan itu jadi batal.

“Apa!!”

Aku melihat wajah Theo yang terkejut.

“K-Konyol! Tidak mungkin manusia bisa bertahan!!”

“......Apa kau punya beberapa kata terakhir?”

Sambil mencengkeram Eleanor, aku mendekati Theo.

“T-Tunggu, tolong, dengarkan akuーーk-kau akan mengerti, aku janji”

“Bicaralah”

Aku mendengarkan dengan kepala dingin.

“Aku tahu. Mari kita bertanya ke sisi lain. Aku akan membuat kau menjadi seorang Marquis dari Baron. Aku bisa melakukannya Aku berjanji, itu sebabnya, kau mengerti, kan?”

“......”

“A-Apakah kau menginginkan uang? Aku mengerti, aku akan memberimu koin emasーー”

“Fuu”

“Aku tahu, itu benar! Aku akan bernegosiasi, a-aku akan memastikan ituー ー”

“Cukup”

Aku mengayunkan Eleanor secara horisontal. Kepala Theo terbang.

Sambil menahan napas, “Goron”, sebuah suara terdengar, darah tercecer dari lehernya yang terpenggal, dan terjatuh.

“Bagaimana baiknya kau huh?”

“Dia tidak layak disakiti”

“Kukuku, itu juga benar”

Eleanor tertawa gembira.

Gadis ini, dia menikmati sepanjang hari. Aku sedikit kesal.

Tapi, dengan ini.

Kali ini pasti, serangan balasan Siracuza akan dimulai.
Kujibiki Tokushou Bab 102

Diposkan Oleh: setiakun

1 Komentar: