13 July 2017

Kujibiki Tokushou Bab 110

Sengaja kasih ini, banyak yg copas--
http://setiakun.blogspot.com
Jangan yg lain tetap di sb translation

Bab 110 – Persiapan di Depan

Adoria, ibukota Siracuza.

Markas terakhirーーmenyerah tanpa darah.

Thioza yang membawa mereka ke satu langkah sebelum menyatukan wilayah Siracuza menghilang, dan karena ini adalah situasi di mana para eksekutif utama dikalahkan juga, tentara tersebut kehilangan keinginan untuk melawan tanpa seseorang yang memimpin mereka.

Ketika aku maju sendiri dengan penampilan “Pengguna Pedang Iblis yang dirumorkan”, bendera putih segera diangkat.



Istana Adoria, di aula penonton.

Fiona dan Marie duduk di sana.

Fiona duduk di sebelah kanan, dan Marie duduk di sebelah kiri, di atas takhta yang dulu Raja dan Ratu gunakan.

Dan di depan mereka, aku menanyakan kesan mereka.

“Bagaimana? Bagaimana perasaanmu?”

“E~to...... aku tidak begitu tahu”

“Ini terlihat sangat berlebihan, dan...... aku merasa tidak nyaman hanya dengan tetap tinggal di sini”

Seperti yang dikatakan Fiona dan Marie, mereka terlihat sangat tidak nyaman.

Mereka gelisah, dan sepertinya mereka merasa tidak nyaman.

Aku mengerti perasaan itu.

Istana Adoria adalah istana paling mewah yang pernah kulihat.

Ini beberapa peringkat lebih tinggi dibanding yang ada di Calamba dan Comotoria.

Ruang terbuka yang luas, dekorasi pilar yang sangat mewah, karpet yang sangat empuk, dan lantai yang dipoles seperti cermin.

Ini sangat berlebihan sehingga aku tidak tahu berapa biayanya.

Dua bersaudari itu perlahan mulai terbiasa melakukan “Kekuasaan Ratu” , tapi mereka hampir kembali normal terbebani oleh berlebihan ini.

Tidak, mungkin malah lebih buruk lagi.

Ini seperti mereka maju tiga langkah dan mengambil empat langkah mundur.

“Kami akan bekerja di sini setiap hari benar......”

Marie berbisik. Dia tampak sangat khawatir.

Aku memutuskan membebaskannya dari hal itu.

“Itu benar, tapi boleh saja kalau tak mau”

“Eh?”

“Apa maksudmu, Kakeru-san”

Dua bersaudari itu menatapku pada saat bersamaan.

“Aku pernah menceritakan hal ini sebelumnya, tapi kalian adalah Ratu. Kalian Ratu sehingga kalian bisa melakukannya sesuai keinginan kalian. Jika kalian merasa tidak nyaman di sini, kalian bisa pindah ke tempat yang nyaman, kalau kalian mau, kalian bahkan bisa menghancurkannya dan mengubahnya menjadi tempat yang nyaman”

“A-apakah itu baik-baik saja?”

“Apa salahnya dengan pemilik rumah yang memperbaiki itu?”

Skala ini berbeda, tapi pada dasarnya sama.

Ketika aku mengatakan itu, Fiona dan Marie sepertinya menyadari sesuatu.

“Begitu ya, tidak apa-apa untuk melakukan itu”

“Memperbaiki...... Aku tidak memikirkan itu”

“Ya, itu benar”

Aku mengangguk. Tiba-tiba, sebuah ide muncul dari kepalaku, jadi aku mengatakan kepada mereka sambil menyeringai.

“Kalau kalian mau, kalian bisa membawa Purosu Diner dan membawanya ke sini”

“Tokonya?”

“Di sini?”

“Iya, tempat ini cukup lebar agar toko bisa berada di dalamnya, kan?”

“Memang benar...... ini lebih luas dari toko kami”

“Seluruh toko bisa berada di dalam”

“Kalian bisa menempatkannya di sini. Kalau itu membuat paling nyaman. Dan kemudian, kalian bisa memiliki aula penonton di lantai satu. Kalian bisa membuatnya seperti aula penonton pembawa pesan dengan sambutan Ratu”

“......fumu, fumu, aku mengerti~”

“Ah, wajah Onee-chan...... ini wajahnya saat dia serius melakukannya”

“He~”

Aku menatap Fiona dengan kata-kata Marie.

Ekspresi Fiona menjadi cerah setelah mendengar apa yang kukatakan.

Menurut adik perempuannya, senyumnya yang tidak nyaman itu, adalah wajahnya saat dia merencanakan sesuatu.

“Kakeru-san. Apa sungguhーーbaik-baik saja untuk melakukan apa yang kita inginkan?”

“Ya, kalian bisa melakukannya selama kalian menginginkannya”

“Tidakkah akan ada orang yang tidak setuju?”

“Diamkan mereka dengan kekuasaan Ratu. Katakan padaku kalau kau butuh kekuatan fisik”

“Ratu, dan...... Kakeru-san”

Bukankah itu yang terkuat?

Fiona berbisik dalam diam.

“Ne~ , Onee-chan”

Wajah Fiona yang buruk menulari adik perempuannya, dan Marie berbisik pada kakaknya.

Sepertinya ketegangan mereka telah benar-benar hilang.



Aku meninggalkan aula takhta dan berjalan melewati koridor.

“Mereka tampaknya bisa menjadi Ratu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tidak, mungkin dua Ratu memang belum pernah terjadi sebelumnya”

“Apakah itu tidak ada dalam sejarah?”

“Apakah ada preseden dalam pengetahuanmu?”

Dia bertanya padaku sebagai gantinya.

Aku pikir.

“Tidak ada dua Ratu, tapi ada seorang presiden dan seorang menteri, atau seorang kaisar dan seorang menteri. Ada cukup banyak negara yang memiliki dua puncak pada saat bersamaan”

“Fumu, kalau begitu, aku yakin dari mana asal usulmu. Hal seperti itu tidak ada dalam ingatanku. Seperti negara di mana beberapa otoritas tertinggi ada bersamaan”

“Apa itu benar? Okaa-san”

“Umu, tidak, mungkin juga tidak benar”

Di dalam kepalaku, aku merasa Eleanor menyeringai, atau memiliki emosi seperti itu.

“Hanya ada satu dengan otoritas tertinggi di negara ini”

“Hmm? Tentang siapa yang memiliki keputusan akhir? Apakah itu kakak perempuan, atau kah pola di mana adik perempuan pemalu yang sebenarnya benar-benar memiliki kekuasan. Nah, salah satunya akan baik-baik saja”

“Aku tidak bermaksud begitu”

“Un?”

Eleanor menyangkalnya. Apa maksudnya

Aku tidak benar-benar mengerti mengapa dia bilang hanya ada satu dengan otoritas tertinggi. Ketika aku menunjukkan hal itu, rasanya Eleanor setengah tertawa, jadi aku menjadi lebih bingung.

“Kakeru”

Rica datang dari sisi lain.

Aku memeluk pinggangku, menciumnya, dan bertanya.

“Ada apa?”

“Seseorang yang ingin bertemu dengan Ratu datang. Mungkin, orang yang merepotkan”

Rica menjawab seperti biasa meskipun pipinya memerah.

“Merepotkan?”

“Un. Orang yang merepotkan”

“......Aku mengerti, buat dia menunggu”

Rica berulang kali menyipitkan alisnya ke “orang yang merepotkan” itu .

Mendengar itu, aku berpikir bahwa beberapa tindakan pencegahan dibutuhkan.



Di ruang tamu, ada satu Jii-san.

Jii-san berdiri saat aku memasuki ruangan, tapi kecewa setelah melihat wajahku.

“Kau?”

“Ah~ , aku......”

Aku berpikir sejenak, dan menamai diriku dengan posisi yang kumiliki saat ini.

“Siracuza Baron, begitu juga Jenderal Besar Pasukan Pembalasan Kerajaan. Yuuki Kakeru”

“Anda adalah Yang Mulia Baron. Merupakan sebuah kehormatan untuk bertemu dengan Anda”

“Dan kau?”

Ketika aku bertanya kepadanya, Jii-san dengan sombong meniru dirinya sendiri setelah berdeham.

“Namaku Constan Calaman M Siracuza. Aku dari Rumah Kerajaan utama Siracuza tujuh generasi yang lalu”

Aku pernah mendengar namanya sebelumnya, tapi aku tahu bahwa dia adalah mantan anggota keluarga sekarang.

Maksudku, apakah itu luar biasa?

“Dia seharusnya menjadi orang biasa atau hampir tidak bangsawan sekarang”

Kata Eleanor.

Apakah itu seperti cucu kaisar atau semacamnya?

Aku membuat Constan duduk, dan aku menghadapinya setelah duduk.

Seorang maid memasuki ruangan dan meletakkan teh untuk dua orang.

Teh yang dituangkan ke dalam cangkir teh yang mahal harganya. Aku menambahkan gula dan diaduk dengan sendok perak.

Constan melakukan hal yang sama.

Aku memulai percakapan setelah kami berdua menyesap.

“Jadi, untuk apa kau datang?”

“Dimana Yang Mulia Ratu?”

“Ratu? Ahh, benar juga, apakah itu tentang kau ingin bertemu dengan Ratu?”

“Tepat”

“Jika demikian, maka tidak ada masalah. Aku akan mendengarmu saja”

“Yang Mulia Baron”

Jii-san sedikit melotot padaku.

“Aku ingin bertemu Yang Mulia Ratu”

“Katakan saja kenapa kau datang, aku akan mendengarnya dan menyebarkannya kepadanya”

“......apakah Yang Mulia tahu tentang ini?”

“Tentang apa? Tentang aku bertemu kau? Atau tentang pendengaranmu? Yah, dia tidak tahu mereka berdua”

Constan menyipitkan alisnya.

“Sebuah tirani bangsawan adalah tanda jatuhnya sebuah negara, Anda tahu itu?”

“Fu~n?”

Aku menatap Jii-san dengan mata dingin.

“Jatuhnya sebuah negara? Itu berarti negara itu hancur, kan?”

“Tepat, sudah lama sekaliーー”

“Apa yang kau lakukan sampai sekarang?”

Aku menyela Constan yang hendak mengatakan sesuatu dengan angkuh.

“Apa?”

“Jatuhnya sebuah negara, sebuah negara hancur. Meskipun tidak tepat untuk mengatakan ini, untuk yang lebih baik atau lebih buruk lagi, Kerajaan Siracuza akan segera jatuh, tidak, secara substansial telah jatuh, oleh tangan Thioza Stratos. Dan dengan itu, Kerajaan Cropolis atau sesuatu telah dibuat”

“Kami tidak menyetujui Raja Barbar semacam itu”

“Aku membicarakan hal-hal substansial. Saat ini, jika Pasukan Pembalasan Kerajaan tidak adaーーakan jadi apa negara ini?”

Constan terdiam.

“Dan kemudian, apa yang kau lakukan saat itu”

“Kami menunggu kesempatan untuk membalas dendam. Ada hal seperti yang disebut arus, kami terus mengamati ombak itu untuk sebelum terlambat”

“Fu~n”

Dan, sekarang ini waktunya huh.

Ahh, mungkin ini waktunya.

“Delfina”

Aku bergumam nama itu.

Constan tersentak.

“K-Kenapa tiba-tiba?”

“Bukankah kau tahu tentang Delfina?”

“......Aku tidak tahu apa yang sedang Anda bicarakan”

“Tidak, yah, aku juga terkejut. Ketika aku pergi untuk bertanya kepadanya bahwa dia memiliki banyak jenis informasi, tapi untuk berpikir bahwa itu adalah seseorang yang terlibat langsung. kau, sepertinya kau berutang banyak pada Delfina”

Itu benar, utang.

Aku menggunakan warp feather ke tempat Delfina untuk mendapatkan informasi sebelum bertemu Constan, dan dia memberitahuku itu.

Sepertinya dia berutang banyak uang pada Delfina untuk mempertahankan posisinya sebagai bangsawan.

“Dan kemudian, sebagian besar bangsawan Siracuza telah meninggal, dan karena sekarang memiliki darah terdekat meskipun kau berasal dari cabang, kau datang untuk menemui Ratuーーkau datang untuk memeras mereka”

“ーー”

Wajah Constan merah karena marah.

“Kau seperti hyena”

“Homer lapar akan uang!”

Constan membanting tinjunya di atas meja.

“Anda berbicara seolah-olah Anda mengetahuinya! Bukankah Anda yang hyena!”

“Malah marah huh”

Bagaimana aku bisa mengatakan ini, yah, seperti dugaan yang kuduga.

“Eii! Biarkan aku bertemu dengannya! Biarkan aku bertemu dengan Ratu baru! Pertama, untuk seorang bangsawan belaka melakukan hal seperti itu kepadaku yang mana memiliki darah keluarga kerajaan itu tidak masuk akal! Aku akan bertemu dengan Ratu danーー”

“Ini, kau tahu”

Aku mengambil sendok perak itu.

Ini adalah sendok perak yang memiliki hiasan, ada juga yang sama di cangkir teh Constan, dan dia juga menggunakannya lebih awal.

“Ini dibuat khusus yang akan bersinar saat seseorang dari keluarga kerajaan menyentuhnya.

“......eh?”

“Bukankah kau tahu bahwa ada hal seperti itu di Siracuza?”

“......ha!”

Constan menyadari setelah melihat sendok perak itu.

Setelah bertemu Delfina, aku meminta untuk mempersiapkannya dengan tergesa-gesa.

Ini untuk memastikan apakah dia benar-benar berasal dari keluarga kerajaan atau tidak.

“Kerja bagus memikirkan itu. Aku akan memujimu”

Aku mengabaikan kata-kata Eleanor dan berkata pada Constan.

“Apakah darahmu menjadi sangat tipis, atau apakah ada alasan yang berbeda? Aku tidak tahu tentang itu, tapi”

Aku meletakkan sendok dan melotot pada Constan.

“Toh, itu berarti bahwa ada kesalahan bagimu untuk memiliki wajah sombong sebagai keluarga raja”

“ーー!!”

Constan berdiri dengan wajah merah dan berjalan meninggalkan ruangan.

“Tunggu sajaーーaku akan membuatmu menyesali ini”

Seperti itu, dia pergi dengan kata-kata itu.

“Betapa bodohnya”

Aku meletakkan sendok dan berkata kepadanya dengan dingin.

“Melakukan sejauh ini, apakah kau sungguh berpikir aku akan meninggalkan sesuatu yang akan membuatku menyesal?”

“Dia mungkin memiliki otak yang tidak dapat menyadari itu”

Eleanor berkata dengan suara tercengang dan dingin.

Dan tanpa sepekan berlalu, Constan bangkrut setelah terpojok oleh Delfina.

Setelah itu, tidak ada yang tahu tentang keberadaannya.
Kujibiki Tokushou Bab 110

Diposkan Oleh: setiakun

1 Komentar: